Bukan Sekadar Slogan: Digitalisasi PDAM Takalar Berbuah Hasil Nyata dan Beri Kemudahan Pada Masyarakat

Bukan Sekadar Slogan: Digitalisasi PDAM Takalar Berbuah Hasil Nyata dan Beri Kemudahan Pada Masyarakat

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

 

SULSELBERITA.COM. Takalar  – Transformasi digital yang dijalankan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Panrannuangku Kabupaten Takalar mulai membuahkan hasil nyata dan terukur. Selama satu tahun berkolaborasi dengan MKP, tercatat sebanyak 68.311 transaksi pembayaran dilakukan secara non-tunai (cashless). Peningkatan ini berjalan beriringan dengan lonjakan lalu lintas layanan yang mencapai tiga kali lipat setelah kanal pembayaran digital diperluas bagi pelanggan.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Panrannuangku, Arianto, S.Pd., menegaskan bahwa langkah digitalisasi ini tidak sekadar mengubah cara pembayaran dari tunai menjadi non-tunai, melainkan fokus utama adalah menghadirkan kemudahan dan fleksibilitas bagi pelanggan.

“Yang paling penting adalah bagaimana pelanggan mendapatkan kemudahan, memiliki lebih banyak pilihan kanal pembayaran, dan bisa mengakses layanan sesuai kebutuhannya,” ujar Arianto saat memberikan keterangan, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, angka 68.311 transaksi cashless dalam satu tahun menjadi indikator kuat bahwa masyarakat Takalar mulai beradaptasi dan menerima sistem pembayaran digital yang disediakan. Keberhasilan ini didukung oleh sistem yang memungkinkan pembayaran satu tagihan melalui beragam saluran: mulai dari situs web resmi, penyedia layanan perdagangan elektronik, perbankan seluler, petugas lapangan, hingga tetap melayani pembayaran langsung di loket fisik.

“Kami tidak ingin digitalisasi justru menyulitkan pelanggan. Oleh karena itu, pilihan kanal kami buat beragam. Ada yang nyaman dengan aplikasi digital, ada juga yang masih terbiasa berurusan langsung dengan petugas atau loket—semua kami layani dengan baik,” tegasnya.

Peningkatan lalu lintas layanan hingga tiga kali lipat dinilai sebagai sinyal positif yang menunjukkan bertambahnya keaktifan masyarakat dalam memanfaatkan sarana yang tersedia. Bagi PDAM, hal ini membuktikan bahwa transformasi layanan publik tidak harus bergantung pada teknologi yang rumit, melainkan berpusat pada akses yang mudah, banyaknya alternatif pilihan, dan fleksibilitas yang dirasakan langsung oleh pengguna.

Ke depan, capaian ini menjadi modal utama bagi manajemen PDAM Takalar untuk terus memperkuat ekosistem digital. Rencananya, akan dilakukan perluasan akses pembayaran dan peningkatan kualitas sistem agar pelayanan tagihan air menjadi semakin cepat, terjangkau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Di Takalar, digitalisasi kini tak lagi sebatas slogan. Angkanya sudah terlihat nyata. Kami ingin terus memperbaiki sistem agar manfaatnya benar-benar terasa maksimal bagi pelanggan,” pungkas Arianto.

Pos terkait