Muhammad Nur Rasul Belajar Menulis Budaya Lokal, Apresiasi Gerakan Literasi TBM Kertas Pena Campagaya

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

 

SULSELBERITA.COM. TAKALAR — Muhammad Nur Rasul, Mantan. Wakil Ketua Forum OSIS Daerah Takalar Generasi 2 sekaligus mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Makassar, mengikuti Workshop Pelatihan Menulis Konten Budaya Lokal yang diselenggarakan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kertas Pena Campagaya, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Kegiatan tersebut berlangsung di Kompleks Ballak Barakkaka RI Galesong (BBRG), Kabupaten Takalar, dalam rangkaian program “Gakde Baca; Gerakan Aktualisasi Komunitas Berdaya dan Kreatif Berbasis Apresiasi Caradde Ammaca.”

Program ini merupakan bagian dari penerima bantuan pemerintah bidang kebahasaan dan kesastraan melalui program Fasilitasi Bagi Komunitas Literasi Tahun 2026.

Muhammad Nur Rasul yang merupakan mahasiswa aktif sekaligus kader Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (HIPERMATA) turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmennya terhadap pengembangan literasi, kepenulisan, serta pelestarian budaya lokal.

Workshop menghadirkan sejumlah pemateri yang memiliki pengalaman di bidang literasi, kepenulisan, dan kebudayaan. Di antaranya Relima Takalar sekaligus penulis buku Gr. Abdul Jalil, S.Pd., M.H., MM, penulis buku sekaligus sutradara film Yus Amin DB, serta penulis buku yang juga merupakan Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Junaedi, S.Pd., M.Pd.

Materi yang diberikan menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memahami bagaimana mengangkat kekayaan budaya lokal ke dalam karya tulis yang informatif, kreatif, dan memiliki nilai edukatif.

Muhammad Nur Rasul mengaku bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Menurutnya, workshop seperti ini penting untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan memperkenalkan budaya lokal melalui tulisan.

“Saya sangat bangga bisa mengikuti kegiatan ini. Bagi saya, menulis tentang budaya lokal bukan hanya tentang menghasilkan sebuah tulisan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga, mengenalkan, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya,” ujar Muhammad Nur Rasul.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TBM Kertas Pena Campagaya yang telah menghadirkan ruang belajar dan berkarya bagi generasi muda di Kabupaten Takalar.

“Saya memberikan apresiasi kepada TBM Kertas Pena Campagaya yang telah konsisten menghadirkan kegiatan literasi seperti ini. Semoga kegiatan ini terus berkembang dan mampu melahirkan lebih banyak penulis muda yang peduli terhadap budaya dan daerahnya,” tambahnya.

Menurut Muhammad Nur Rasul, budaya lokal memiliki banyak nilai dan cerita yang dapat diangkat menjadi karya literasi. Karena itu, generasi muda perlu diberikan ruang untuk mengenal, menulis, serta mempublikasikan kekayaan budaya yang ada di lingkungan mereka.

Keikutsertaan dalam workshop tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Muhammad Nur Rasul untuk terus mengembangkan kapasitas diri di bidang literasi dan kepenulisan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menghasilkan karya-karya yang tidak hanya menarik dibaca, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan Workshop Pelatihan Menulis Konten Budaya Lokal tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Takalar serta mendorong lahirnya karya-karya yang mengangkat identitas, sejarah, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Takalar.

Pos terkait