Bekali Jurnalis Muda, Muhammad Nur Rasul Bongkar Fitur Canva di Kelas Eksklusif SMAN 6 Takalar

*Bekali Jurnalis Muda, Muhammad Nur Rasul Bongkar Fitur Canva di Kelas Eksklusif SMAN 6 Takalar*

 

Bacaan Lainnya

HUT RI 81 Bupati dan Wakil Bupati Takalar

TAKALAR — Demisioner Tim Jurnalistik dan Karya Sastra SMAN Negeri 6 Takalar, Muhammad Nur Rasul, dipercaya menjadi pembicara dalam Kelas Eksklusif yang diikuti puluhan peserta di Laboratorium Kimia SMAN 6 Takalar, Sabtu (8/8/2026).

Kelas Eksklusif tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi anggota Tim Jurnalistik dan Karya Sastra untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik sekaligus memperkuat keterampilan digital yang dibutuhkan dalam perkembangan media saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Nur Rasul membawakan materi tentang fitur dan fungsi Canva. Ia membedah sejumlah fitur yang dapat dimanfaatkan peserta untuk mendukung kerja-kerja jurnalistik dan publikasi kreatif.

Peserta diperkenalkan dengan berbagai fungsi Canva, mulai dari pemilihan template, pengaturan elemen desain, penggunaan teks dan gambar, hingga pembuatan poster, infografis, konten media sosial, dan berbagai kebutuhan publikasi lainnya.

Muhammad Nur Rasul tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga mengajak peserta melihat teknologi digital sebagai ruang untuk mengembangkan kreativitas.

Saat ditemui wartawan usai kegiatan, Muhammad Nur Rasul menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital harus dapat dimanfaatkan secara positif oleh pelajar, khususnya mereka yang aktif dalam dunia jurnalistik dan karya sastra.

Menurutnya, kemampuan membuat desain merupakan salah satu keterampilan pendukung yang penting bagi anggota tim jurnalistik. Sebab, karya jurnalistik saat ini tidak hanya disajikan dalam bentuk tulisan, tetapi juga membutuhkan visual yang menarik agar informasi dapat diterima dengan lebih mudah.

“Canva bukan hanya sekadar aplikasi untuk membuat desain. Di dalamnya ada banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kerja-kerja jurnalistik, mulai dari membuat poster, infografis, konten media sosial, presentasi, hingga kebutuhan publikasi lainnya,” ujar Muhammad Nur Rasul.

Ia menekankan bahwa penggunaan teknologi tidak boleh membuat pelajar kehilangan kreativitas. Sebaliknya, teknologi harus menjadi alat untuk membantu mengembangkan ide dan menghasilkan karya yang inovatif.

“Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi jadilah orang yang mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan sesuatu. Teman-teman di Tim Jurnalistik harus mampu melihat perkembangan digital sebagai peluang untuk berkarya,” katanya.

Muhammad Nur Rasul juga mengajak para peserta untuk terus belajar dan tidak takut melakukan kesalahan dalam proses berkarya. Menurutnya, kemampuan desain maupun jurnalistik tidak dapat diperoleh secara instan, tetapi membutuhkan proses latihan yang konsisten.

“Tidak perlu langsung merasa harus sempurna. Mulai saja dari hal-hal sederhana, kemudian terus belajar, mencoba fitur-fitur baru, dan mengevaluasi hasil karya kita. Dari situlah kemampuan akan berkembang,” tuturnya.

Sementara itu, Pembina Tim Jurnalistik dan Karya Sastra SMAN Negeri 6 Takalar, Nurlinda, S.Pd, memberikan apresiasi atas keterlibatan Muhammad Nur Rasul dalam kegiatan tersebut.

Nurlinda menilai Muhammad Nur Rasul merupakan sosok demisioner yang selama berada di dalam tim dikenal aktif menghadirkan inovasi dan pembaruan.

“Muhammad Nur Rasul adalah demisioner yang kaya dengan inovasi dan selalu membawa pembaharuan di Tim Jurnalistik,” ujar Nurlinda.

Menurutnya, pengalaman dan gagasan yang dimiliki para demisioner dapat menjadi bekal berharga bagi anggota baru dalam melanjutkan estafet Tim Jurnalistik dan Karya Sastra SMAN 6 Takalar.

Kehadiran Muhammad Nur Rasul sebagai pembicara juga menjadi bagian dari proses regenerasi. Para peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai Canva, tetapi juga memperoleh pengalaman dan motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang jurnalistik, desain, literasi digital, dan karya kreatif.

Muhammad Nur Rasul berharap Kelas Eksklusif tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat melahirkan karya-karya baru dari para peserta.

“Harapan saya, setelah mengikuti kelas ini, teman-teman bisa pulang membawa pengetahuan baru dan langsung mempraktikkannya. Jadikan Tim Jurnalistik sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, berinovasi, dan menghasilkan karya,” pungkasnya.

Pos terkait