Jaga Kamtibmas & Antisipasi Konflik Agraria, Polda Sulsel Silaturahmi Bersama HMRI Luwu Utara

SULSELBERITA.COM. LUWU UTARA – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mengantisipasi potensi konflik agraria terkait rencana pengembangan proyek panas bumi, Direktorat Intelkam Polda Sulawesi Selatan menjalin silaturahmi bersama Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia (HMRI) di Kabupaten Luwu Utara, Kamis (24/7/2026).

Kegiatan dipimpin oleh Ipda Eddy Saputra Julian, S.AN. (Panit 2 Subdit Ekonomi Direktorat Intelkam Polda Sulsel) dan dihadiri salah satu pendiri HMRI, Hanzes Suru.

Bacaan Lainnya

HUT RI 81 Bupati dan Wakil Bupati Takalar

Ipda Eddy menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan langkah membangun komunikasi konstruktif antara Polri dan elemen masyarakat dalam menyikapi dinamika rencana pengembangan energi panas bumi. Menurutnya, setiap persoalan terkait pemanfaatan sumber daya alam harus disikapi secara objektif, mengedepankan dialog, keterbukaan informasi, dan penyelesaian sesuai mekanisme hukum agar tidak memicu konflik sosial maupun agraria.

“Kami mengajak rekan-rekan HMRI bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Aspirasi masyarakat penting dalam pembangunan, namun penyampaiannya tetap melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku,” ujar Ipda Eddy.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat menjaga situasi tetap kondusif, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu perpecahan.

Sementara itu, Hanzes Suru menyambut baik terselenggaranya silaturahmi tersebut. “Komunikasi terbuka adalah langkah penting membangun pemahaman bersama. HMRI berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat secara bertanggung jawab dan sesuai aturan. Semoga dialog terus terjalin sehingga perbedaan pandangan terselesaikan secara damai dan tidak berkembang menjadi konflik di lapangan,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan diskusi terbuka yang membahas berbagai pandangan terkait rencana pengembangan proyek panas bumi, mencakup aspek sosial, lingkungan, hingga potensi konflik agraria. Sesi berlangsung dalam suasana konstruktif guna memperkuat kepercayaan dan menjaga situasi keamanan tetap aman dan terkendali.

Pos terkait