SULSELBERITA.COM. Takalar - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar rutin mengikuti kegiatan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang dilaksanakan di Masjid At-Taubah Lapas Takalar. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian bagi warga binaan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, Rabu (7/10/2026)
Kegiatan tersebut berlangsung lima kali dalam sepekan dengan pendampingan langsung dari Penyuluh Kementerian Agama Kabupaten Takalar. Para warga binaan mendapatkan bimbingan secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, makhrajul huruf, hingga membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Kasubsi Registrasi Lapas Takalar, Awaluddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga binaan untuk mendapatkan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini kami laksanakan secara rutin agar warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Kami berharap pembinaan ini dapat memberikan manfaat, tidak hanya selama menjalani masa pidana, tetapi juga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Awaluddin.
Terpisah, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian merupakan salah satu bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, kegiatan keagamaan diharapkan dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan membangun karakter yang lebih baik.
“Kami terus mendorong pelaksanaan pembinaan keagamaan secara konsisten. Melalui kegiatan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an ini, kami berharap warga binaan semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan, memiliki bekal spiritual yang kuat, serta mampu menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Takalar yang secara rutin memberikan pendampingan dan bimbingan kepada warga binaan di Lapas Takalar. “Kehadiran para penyuluh sangat membantu kami dalam memperkuat pembinaan keagamaan, khususnya dalam pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Kami berharap sinergi ini terus terjaga dan memberikan manfaat bagi warga binaan,” tandasnya.
Salah seorang warga binaan berinisial TS mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan, kegiatan ini membantunya untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik.
“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Dulu saya masih kesulitan membaca Al-Qur’an, tetapi setelah rutin belajar, saya mulai bisa mengenali huruf dan membaca dengan lebih baik. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan,” tutur TS.





