Personil Ditlantas Polda Sumbar Akui One Way Fleksibel Tapi Sosialisasi Masih Kurang

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

SULSELBERITA.COM. PADANG — Penerapan sistem satu arah (one way) di jalur Padang – Bukit Tinggi melalui Padang Panjang masih menuai kendala di lapangan. Kurangnya informasi yang diterima masyarakat menyebabkan arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan pada hari pertama pemberlakuan, Minggu (23/3/2026).

Kebijakan rekayasa lalu lintas ini diberlakukan oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebagai bagian dari pengaturan arus balik mudik Lebaran 2026.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Berdasarkan skema yang diterapkan, sistem one way dibagi dalam dua sesi waktu. Untuk kendaraan dari arah Padang menuju Bukit Tinggi via Padang Panjang, pengaturan dimulai pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, dari Simpang Tiga Sicincin menuju Simpang Padang Panjang.

Sementara itu, arus sebaliknya dari Bukit Tinggi menuju Padang diberlakukan mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB, dari Simpang Padang Panjang menuju Simpang Tiga Sicincin.

Namun di lapangan, masih banyak pengendara yang belum mengetahui jadwal dan arah pemberlakuan sistem tersebut, sehingga terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah titik, terutama di kawasan perbatasan jalur one way.

Petugas kepolisian menyebutkan bahwa penerapan sistem ini bersifat dinamis dan akan terus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan.

“Kami menyesuaikan waktu pelaksanaan dengan kondisi lalu lintas di lapangan agar arus tetap lancar,” ujar salah satu petugas.

Pemberlakuan sistem satu arah ini direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai Minggu hingga Selasa, dan merupakan bagian dari Operasi Ketupat Singgalang 2026 untuk mengurai kepadatan kendaraan, khususnya di kawasan rawan macet seperti Lembah Anai.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi terkait jadwal dan arah rekayasa lalu lintas guna menghindari hambatan perjalanan selama arus balik Lebaran. (TR)

Pos terkait