Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Syahtir Akbar Tetap Berprestasi dan Aktif Berkarya

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

SULSELBERITA.COM. Palopo – Di tengah dinamika kehidupan kota yang terus bergerak, sosok Muh Syahtir Akbar hadir sebagai gambaran nyata semangat juang generasi muda. Pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Palopo ini dikenal aktif, tidak hanya dalam kegiatan akademik, tetapi juga berbagai organisasi dan komunitas.

Sejak duduk di bangku sekolah, Syahtir telah menunjukkan keaktifannya melalui keterlibatan dalam organisasi seperti paskibra sekolah. Di luar lingkungan sekolah, ia juga aktif di berbagai komunitas dan ajang kepemudaan, menunjukkan minat besar dalam pengembangan diri.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Lahir dari keluarga sederhana, Syahtir tumbuh dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan. Ayahnya bekerja sebagai sopir angkutan umum, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha kecil-kecilan. Kondisi tersebut membuat Syahtir terbiasa mandiri sejak usia dini.

Meski dihadapkan pada keterbatasan, semangatnya untuk meraih mimpi tidak pernah surut. Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Syahtir mulai merintis usaha kecil-kecilan. Ia menawarkan dagangannya di lingkungan sekolah dan kepada teman-temannya, sebagai bentuk usaha untuk membantu perekonomian sekaligus belajar berwirausaha.

“Pendidikan adalah jalan untuk mengubah keadaan,” menjadi prinsip yang ia pegang teguh. Di sela aktivitasnya, Syahtir tetap berkomitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Perjalanannya tidak selalu mulus. Ia sempat berada di titik hampir putus sekolah akibat keterbatasan biaya. Namun, berkat tekad kuat serta dukungan dari para guru, ia mendapatkan bantuan pendidikan yang memungkinkannya melanjutkan sekolah.

“Kalau saya menyerah, mungkin saya tidak akan sampai di titik ini,” ujar Syahtir.

Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama dengan nilai memuaskan dan melanjutkan ke SMK di Kota Palopo. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.

Selain aktif di sekolah, Syahtir juga dipercaya mengemban peran sebagai Regional Director di komunitas ECO Friends Community. Tak hanya itu, ia juga menjadi bagian dari Brand Ambassador Zona Inovasi dan Gerakan Literasi Digital (ZIGID), sebuah gerakan yang mendorong kesadaran literasi digital di kalangan generasi muda.

Memasuki era digital, Syahtir memanfaatkan teknologi sebagai sarana berkarya. Melalui akun media sosial seperti Instagram (@akbr_mosaja) dan TikTok, ia rutin membagikan konten inspiratif, edukatif, serta aktivitas kesehariannya dalam bentuk mini vlog. Konten tersebut ditujukan untuk memotivasi dan menginspirasi anak muda lain yang memiliki latar belakang serupa.

“Jika kamu ingin mencoba hal baru, silakan selama itu positif. Kalau tidak mencoba, kamu tidak akan pernah tahu hasilnya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam meraih mimpi. “Kalau kamu punya mimpi besar, kamu tidak boleh menyerah sebelum melihat hasil dari apa yang kamu perjuangkan,” tambahnya.

Kisah Syahtir menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari kemudahan. Di tengah kerasnya kehidupan kota, ketekunan, keberanian, dan kemauan untuk terus mencoba menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang.

Kini, Syahtir tidak hanya berfokus mengejar mimpinya sendiri, tetapi juga berupaya menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Ia percaya bahwa setiap individu memiliki peluang yang sama untuk berhasil, selama memiliki kemauan dan tidak menyerah pada keadaan.

“Kalau saya bisa sampai di titik ini, orang lain juga pasti bisa,” tutupnya penuh keyakinan.

Dari sudut Kota Palopo yang penuh dinamika, Syahtir telah membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih oleh siapa saja yang berani berjuang dan terus melangkah.

Menjadi bagian dari gerakan literasi digital dan aktif di berbagai komunitas, Syahtir tidak hanya fokus pada pengembangan diri, tetapi juga membawa semangat perubahan bagi generasi muda di sekitarnya. Perjalanannya mencerminkan nilai-nilai yang sejalan dengan misi Zona Inovasi dan Gerakan Literasi Digital (ZIGID), yakni mendorong lahirnya generasi yang adaptif, kreatif, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Melihat semangat tersebut, Muhammad Nur Rasul Founder Zona Inovasi Dan Gerakan Literasi Digital turut memberikan apresiasi dan pesan penyemangat bagi syahtir.

“Anak muda hari ini bukan hanya tentang siapa yang paling pintar, tapi siapa yang paling mau belajar, berproses, dan tidak menyerah. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti, justru itu bisa menjadi bahan bakar untuk melangkah lebih jauh. Teruslah bergerak, karena setiap langkah kecil hari ini adalah investasi besar untuk masa depan.” ungkap sang founder

Pos terkait