Remaja Belasan Tahun Di Galesong, Diculik, Dianiaya, Dipaksa Ngaku Bawa Narkoba, Pelaku Mengaku Polisi

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

SULSELBERITA.COM. Takalar – Kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang disertai perampasan, pemerasan, dan pemaksaan pengakuan palsu mengejutkan masyarakat Kabupaten Takalar. Korban adalah seorang remaja berinisial RS (16 tahun), warga Desa Popo, Kecamatan Galesong Selatan.

Peristiwa terjadi pada Rabu (11/03/2026) malam hari, saat RS dan temannya dalam perjalanan menuju pasar malam di Galesong Kota dan berhenti sejenak di Dusun Jempang, Desa Parangmata untuk memeriksa bensin motor. Tiba-tiba, empat orang yang naik dua sepeda motor mendekat dan langsung melakukan pemukulan terhadap korban.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Menurut ibu korban, Salasia, yang diwawancarai pada Sabtu (14/03/2026), pelaku kemudian merampas motor korban dan membawa RS serta temannya ke lokasi berbeda. Tiga pelaku membawa RS ke Jalan Poros Limbung, sedangkan satu pelaku lainnya mengantar teman korban berinisial S ke sebuah kost di Galesong. Diduga, pelaku menggunakan modus mengaku sebagai anggota kepolisian.

Selain merampas handphone iPhone 11 Pro warna hijau, pelaku juga melakukan kekerasan fisik dengan memukul kepala RS. Mereka kemudian memaksa korban untuk mengaku membawa narkoba dan membuat video pengakuan palsu. Setelah itu, korban diperbolehkan pulang, namun kemudian dihubungi kembali melalui media sosial dengan ancaman menggerebek rumah jika tidak memberikan uang.

Kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp4.100.000, terdiri dari nilai handphone dan potensi uang yang diminta. Korban juga mengalami dampak psikologis berupa rasa takut dan gangguan emosional. Keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polsek Galesong Selatan dengan Nomor LP/B/7/III/2026/SPKT pada 14 Maret 2026.

Kasus ini sekarang dalam tahap penyelidikan. Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, SH., menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap tujuh terduga pelaku. Keluarga korban berharap agar pelaku dapat ditindak tegas dan mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

Pos terkait