Takalar Raih Peringkat Pertama SPM Pendidikan di Sulsel, Diknas Takalar Gelar Buka Puasa Bersama sebagai Rasa Syukur

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

SULSELBERITA.COM.TAKALAR, 13 MARET 2026 — Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri langsung Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, para kepala sekolah se-Kabupaten Takalar, serta ratusan guru, pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Pendidikan, Jalan Chaeruddin Daeng Ngampa, dijadikan momentum refleksi perkembangan pendidikan sekaligus apresiasi atas capaian gemilang yang telah dicapai daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Daeng Manye mengumumkan bahwa Kabupaten Takalar berhasil mencatat lonjakan signifikan dalam capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. Kini, Takalar menempati peringkat pertama di Provinsi Sulawesi Selatan dengan predikat Tuntas Madya.

Bacaan Lainnya

“Peningkatan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak di dunia pendidikan. Tanpa kolaborasi yang kuat, capaian seperti ini tentu tidak mudah diraih,” ujarnya di hadapan peserta yang hadir.

Bupati mengungkapkan bahwa pada awal masa kepemimpinannya, kondisi pendidikan di Takalar berada pada posisi yang memprihatinkan. Saat itu, capaian SPM pendidikan Takalar berada di peringkat kedua dari bawah di antara 24 kabupaten dan kota di Sulsel.

“Waktu saya mengetahui posisi Takalar di urutan kedua dari bawah, saya sangat prihatin. Sebagai bupati saya merasa malu jika pendidikan berada di posisi seperti itu, padahal masa depan daerah ditentukan oleh kualitas generasi mudanya,” jelasnya.

Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah percepatan perbaikan. Salah satu langkah utama adalah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah untuk melihat kondisi riil proses belajar mengajar di lapangan, termasuk mengevaluasi fasilitas sekolah, lingkungan belajar, hingga interaksi antara guru dan siswa.

Selain itu, dilakukan evaluasi mendalam terhadap rapor pendidikan setiap sekolah. Dalam sejumlah pertemuan dengan kepala sekolah, Bupati bahkan meminta para kepala sekolah membuka rapor pendidikan masing-masing secara terbuka sebagai bahan evaluasi bersama.

Dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah daerah merumuskan berbagai strategi perbaikan, antara lain memperkuat pemahaman guru dan kepala sekolah terhadap indikator rapor pendidikan, meningkatkan sistem pengawasan, serta melakukan penataan ulang kepemimpinan di tingkat sekolah.

Menurut Daeng Manye, peran kepala sekolah menjadi faktor kunci dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, penempatan kepala sekolah dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kompetensi serta kemampuan dalam memimpin dan mengelola sekolah.

“Kalau kepala sekolah mengambil langsung tanggung jawab itu, hasilnya tentu berbeda dibandingkan jika hanya diserahkan kepada staf,” tegasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pemahaman seluruh guru terhadap rapor pendidikan sebagai instrumen utama dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.

Upaya perbaikan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil maksimal. Kabupaten Takalar yang sebelumnya berada pada kategori Tuntas Muda dan menempati posisi dua terbawah, kini berhasil melampaui tahap Tuntas Pratama dan naik ke level Tuntas Madya, sekaligus menjadi yang terbaik di Sulawesi Selatan.

Bagi Daeng Manye, capaian tersebut merupakan prestasi penting bagi Kabupaten Takalar, namun bukan menjadi titik akhir perjuangan.

“Ini capaian yang membanggakan, tetapi bukan akhir dari perjalanan. Masih banyak yang harus kita benahi agar kualitas pendidikan di Takalar terus meningkat,” katanya.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Takalar untuk terus berinovasi dan memperkuat kerja sama, guna membawa mutu pendidikan daerah ini ke tingkat yang lebih baik di masa mendatang.

Pos terkait