Penebangan Mangrove di Dusun Labbotallua Semakin Meresahkan, Ombak Sudah Menembus Pemukiman Warga

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COMTAKALAR, Sabtu (31/01/2026) – Aktivitas penebangan hutan mangrove di Dusun Labbotallua, Desa Minasa Baji, Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, semakin menjadi sorotan dan membuat warga khawatir. Sebagai pelindung alami pesisir, luas mangrove di kawasan tersebut kini semakin menipis, hingga ombak mulai meresap masuk ke kawasan pemukiman warga.

Dalam pantauan awak media pada hari ini, terlihat sebuah kapal Jolloro sedang memuat arang hasil dari kayu mangrove (bakau) yang akan dikirim dan dijual ke kawasan Rajawali, Makassar.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Kekesalan warga terus meningkat mengingat perkampungan mereka kini terancam tenggelam akibat abrasi yang diperparah oleh kerusakan ekosistem mangrove.

Seorang tokoh masyarakat setempat yang meminta agar identitasnya dirahasiakan mengungkapkan keresahannya. “Tolong pak diangkat beritanya ini, karena makin hari para pelaku makin tak perduli dengan kampung kami, ini sudah tak bisa dibiarkan lagi. Kami juga rencananya akan melaporkan para pelaku ke pihak Polres Takalar,” ujarnya dengan nada kesal.

Menurut sumber tersebut, terdapat tiga orang dari dusun yang diduga terlibat dan bekerja sama dalam pembabatan hutan mangrove, yaitu Dg R, Dg N, dan Dg M. “Salah satu dari mereka yakni Dg R yang membeli arangnya lalu menjualnya ke Rajawali Makassar,” tambahnya.

“Sangat berharap aparat kepolisian segera menindak dan menangkap mereka agar kerusakan hutan mangrove tidak semakin parah,” harap sumber tersebut.

Pos terkait