Relawan Mapala 45 Makassar Terlibat Langsung dalam Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung

SULSELBERITA.COM. Pangkep  – sabtu 24 januari 2026. Seorang pecinta alam yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) 45 Makassar, Achmad Kadim, turut ambil bagian secara aktif sebagai relawan dalam operasi pencarian pesawat ATR 42-500 yang dinyatakan hilang dan kemudian ditemukan jatuh di kawasan pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Achmad Kadim merupakan alumni Fakultas Teknik Perencanaan Wilayah Universitas Bosowa (Unibos) angkatan 2016. Dengan latar belakang pengalaman lapangan dan kemampuan teknis pendakian, ia tergabung dalam Tim Vertical Rescue SRU 1 yang dilibatkan dalam operasi pencarian dan evakuasi di medan ekstrem.

Bacaan Lainnya
Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia

Dalam keterangannya kepada media ini, Sabtu (24/01/2026), Achmad Kadim menceritakan pengalaman menegangkan sekaligus penuh empati selama proses pencarian kerangka pesawat dan para korban.

“Dalam operasi pencarian, kami tergabung dalam beberapa tim gabungan, di antaranya TNI, Tim SAR, serta relawan dari berbagai unsur,” ungkap Achmad Kadim.

Ia menjelaskan, medan pencarian sangat berat karena berada di kawasan pegunungan terjal dengan vegetasi lebat dan tebing curam. Tantangan tersebut menuntut keahlian khusus, terutama dalam teknik vertical rescue.

Achmad Kadim menuturkan, momen paling krusial terjadi saat tim mulai menemukan indikasi keberadaan black box pesawat ATR 42-500. Untuk memastikan lokasi tersebut, ia bersama beberapa rekannya harus memanjat tebing dengan menggunakan peralatan panjat yang dimiliki.

“Pada saat tim gabungan menemukan tanda-tanda keberadaan black box bersama unsur TNI dan Tim SAR, saya dan beberapa rekan dari tim vertical rescue melakukan pemanjatan untuk membuka dan mengamankan black box yang berada di bagian ekor pesawat. Posisi ekor pesawat tersangkut di atas pohon di area tebing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Achmad Kadim mengungkapkan bahwa Tim Vertical Rescue SRU 1 turut menemukan sebanyak 10 paket korban dalam proses pencarian. Para korban ditemukan di beberapa titik lokasi yang berjauhan, terutama di sekitar kaki Gunung Bulusaraung, dengan jarak sekitar 400 meter dari puncak gunung.

“Korban-korban ditemukan di berbagai lokasi yang cukup berjauhan satu sama lain. Kondisi medan sangat sulit, sehingga proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian dan koordinasi yang kuat antar tim,” tambahnya.

Keterlibatan Achmad Kadim dan relawan Mapala 45 Makassar menjadi bukti nyata peran penting relawan pecinta alam dalam operasi kemanusiaan, khususnya di wilayah dengan karakter medan ekstrem seperti pegunungan Bulusaraung. Sinergi antara TNI, Tim SAR, dan relawan menjadi kunci utama dalam upaya pencarian dan evakuasi yang penuh risiko namun sarat nilai kemanusiaan.

Pos terkait