Gerbang Takalar Jadi Simbol Visi Pembangunan, Bupati Firdaus: Harus Menumbuhkan Kebanggaan Masyarakat

SULSELBERITA.COM, Takalar  – Bupati Takalar  Muhammad Firdaus Daeng Manye, menyatakan bahwa pembangunan daerah tidak hanya sebatas kerja fisik dan administratif, melainkan juga upaya membangun identitas, karakter, dan kebanggaan kolektif masyarakat. Hal tersebut disampaikannya pada Minggu (18/1/2026).

Konsep Gerbang Takalar kini diposisikan sebagai simbol visi dan arah pembangunan daerah. Bupati Takalar menegaskan bahwa sebuah daerah harus mampu berbicara melalui ruang publiknya, dan kepemimpinan tidak cukup hanya menghadirkan program, tetapi juga meninggalkan jejak pemikiran yang dapat dirasakan dan dipahami masyarakat.

Bacaan Lainnya
Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia

“Gerbang Takalar bukan hanya batas wilayah. Ia adalah karya arsitektur. Kombinasi warna dan bangunan membentuk karakter, menggambarkan visi daerah, dan berpotensi menjadi ikon Takalar,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian terhadap estetika dan filosofi pembangunan merupakan bagian dari pendekatan kepemimpinan yang rasional dan berorientasi jangka panjang. Infrastruktur publik harus memiliki makna simbolik agar mampu menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan warga terhadap daerahnya.

“Pemimpin harus mampu menerjemahkan visi ke dalam bentuk yang konkret. Gerbang ini adalah pesan visual bahwa Takalar bergerak cepat, tertata, dan memiliki identitas yang jelas,” tegas Firdaus Daeng Manye.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kepedulian terhadap wajah daerah adalah cerminan dari kepedulian terhadap masyarakatnya. Ketika ruang publik dibangun dengan konsep dan nilai, masyarakat akan merasa dihargai dan dilibatkan dalam perjalanan pembangunan.

Gerbang Takalar kini tidak hanya berfungsi sebagai pintu masuk wilayah, tetapi juga sebagai penanda era kepemimpinan yang mengedepankan pemikiran, visi, dan keberanian membangun citra daerah – sebuah ikon baru yang menegaskan komitmen pembangunan di bawah semangat Takalar Cepat.

Pos terkait