Terkait Kasus Ibu Hamil yang Meninggal di Sanrobone, Dinas Kesehatan Angkat Bicara

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Takalar – Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar angkat ɓicara terkait kabar seorang ibu hamil yang meninggal dunia di PKM Sanrobone yang disebut-sebut terlambat mendapatkan penanganan di Puskesmas tersebut.

Menurut penjelasan pihak puskesmas, kejadian terjadi pada subuh hari. Suami pasien datang ke puskesmas sambil berteriak meminta ambulans, petugas kemudian melakukan konfirmasi ulang kondisi pasien sembari menghubungi sopir ambulans.

Bacaan Lainnya
Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Namun, sebelum proses tersebut selesai, pihak keluarga sudah meninggalkan puskesmas.

“Pada saat bersamaan petugas kami bersiap, namun karena rumah pasien cukup dekat dengan puskesmas, kemudian terdengar informasi bahwa pasien sudah dibawa langsung ke rumah sakit,” ungkap pihak Puskesmas Sanrobone.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, M.Kes, turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya almarhumah Ny. Sherly.

“Atas nama pribadi dan institusi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kami juga memohon maaf apabila kejadian ini menimbulkan rasa tersinggung dan ketidaknyamanan bagi keluarga. Insya Allah, kami akan melakukan audit internal dan terus berupaya memperbaiki pelayanan kesehatan untuk masyarakat,” tegasnya.

Dinkes Takalar menegaskan komitmennya dan berjanji akan lebih memperbaiki lagi kualitas pelayanan yang kami berikan dan kami berharap agar masyarakat juga mengetahui bahwa di puskesmas ada PSC yang stand by 24 Jam yang siap menjemput pasien yang Emergency serta UGD juga terbuka 24 jam dan mereka semua siap melayani masyarakat.

Pos terkait