Daeng Manye Pantau Langsung Sekolah: Tak Ada Lagi Bayar-Bayar Jadi Kepsek

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

SULSELBERITA.COM. Takalar, 3 Agustus 2025 –.Bupati Takalar, H. Muhammad Firdaus, S.Sos., M.Si., yang akrab disapa Daeng Manye, memberikan pengarahan langsung kepada seluruh Kepala Sekolah jenjang SD dan SMP s e-Kabupaten Takalar. Arahan tersebut menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi sistem pendidikan berbasis transparansi, kompetensi, dan inovasi.

Dalam pengarahan tersebut, Daeng Manye menekankan tujuh isu strategis yang menjadi perhatian utama daerah yaitu digitalisasi pendidikan, pengelolaan dana BOS yang akuntabel, sertifikasi guru, pengangkatan kepala sekolah berbasis kompetensi, penguatan rapor pendidikan, kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah, serta inovasi pembelajaran di sekolah.

Bacaan Lainnya
Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Suasana pengarahan berlangsung dinamis, kadang serius dan menegangkan, kadang diselingi humor segar khas Daeng Manye. “Kami kaget, tiba-tiba Bupati mengulas langsung hal-hal sensitif seperti dana BOS, buku, hingga seragam. Ternyata beliau memonitor sendiri,” ujar salah satu peserta dengan penuh takjub.

Menariknya, efek pengarahan ini langsung terasa. Beberapa kepala sekolah bahkan kedapatan berdiskusi tentang rapor pendidikan secara intensif di bawah kolong rumah panggung usai acara. Banyak di antaranya mengaku kini mulai hafal dan paham arah 7 program unggulan Pemerintah Kabupaten Takalar.

Pesan tegas pun disampaikan Bupati terkait praktik-praktik lama dalam pengangkatan kepala sekolah. “Saya suka Daeng Manye karena sekarang tidak ada lagi bayar-bayar untuk jadi kepala sekolah,” ungkap seorang peserta yang hadir.

Selain itu, Bupati juga mengajak para pendidik menjadi pionir perubahan, bukan sekadar pelaksana tugas administratif. Ke depan, sekolah di Takalar diharapkan menjadi pusat tumbuhnya budaya inovasi, kebersihan, dan pelayanan pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Ini bukan sekadar pengarahan, ini adalah panggilan moral bagi kita semua untuk ikut memperbaiki masa depan pendidikan anak-anak Takalar,” tutup Daeng Manye dalam arahannya.

Pos terkait