Sikap Politik Muslimin Bando Khianati Golkar?

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM – Nama Bupati Enrekang, Muslimin Bando bakal meninggalkan Partai Golkar dan akan kembali Ke PAN untuk maju pada Pemilihan Legislatif DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan III.

Menanggapi sikap politik, Muslimin Bando pakar politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Ibnu Hajar menjelaskan sikap, Muslimin Bando adalah bukan politisi yang komitmen memperjuangkan hak masyarakat dalam berpolitik.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

 

“Muslimin Bando memperlihatkan dirinya adalah Politisi yang tidak konsisten, kutu loncat. Dimana menguntungkan dirinya maka disitulah dia berpihak. Harusnya dia menjadi contoh sebagai publik figur politik ditengah kehidupan masyarakat. Bukan penghinat dalam berpolitik. Ini penghianatan bagi Golkar yang telah dilakukan Muslimin Bando ditengah akan menghadapi tahun politik, Golkar di Enrekang kehilangan induk,” kata, Ibnu Hajar, Minggu (10/9/2023).

Pemindahan dirinya ke PAN, bisa jadi tidak mengeluarkan surat pengunduran diri sebagai kader Golkar. Ibnu Hajar menjelaskan jika partai poltik akan alergi mengusung dinasti politik, Muslimin Bando. Sebab, sikap poltiknya menggambarkan politisi kutu loncat yang tidak bertanggung jawab.

“Akan menjadi ancanan untuk dinasti Musliminin Bando mendapatkan tiket usungan maju Pilkada Emrekang. Karena, Muslimin Bando memperlihatkan karakternya tidak konsisten dalam membesarkan Golkar. Golkar sendiri ditinggalkan bagaimana mau meperjuangkan hak masyarakat,” jelas, Ibnu Hajar.

Pos terkait