Kepala SMAN 2 Makassar Didesak Dicopot, Ini Alasannya

315
Advertisement

SULSELBERITA.COM. MAKASSAR - Dunia Pendidikan di kota Makassar kembali tercoreng. Hal ini lantaran dengan adanya peristiwa tindakan kekerasan fisik diduga pemukulan terhadap siswa yang dilakukan oleh salah satu guru di SMA Negeri 2 Makassar.

Akibat pemukulan tersebut, seorang siswa kelas XII IPA 7 inisial (FD) mengalami memar dan benjolan dibagian kepala.

Hal itu diketahui setelah video berdurasi 26 detik beredar dimedia sosial. Dalam video itu terlihat seorang guru inisial (HR) keluar dari ruangan kelas sambil menarik kerah baju siswa setelah diduga telah memukuli (FD).

Advertisement

Mendengar peristiwa itu, Ketua DPD Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI) Sulsel, Irfan Darmawan NM, SH mengecam tindakan kekerasan fisik yang terjadi di SMA Negeri 2 Makassar.

Menurutnya, apapun bentuk kekerasan terhadap siswa sama sekali tidak mencerminkan sikap atau perilaku dari dunia pendidikan

Baca Juga  Kasatlantas Polres Bantaeng Teken MoU dengan Kepsek SMK 1 Bantaeng

"Apapun alasannya pemukulan atau kekerasan fisik terhadap siswa tidak bisa dibenarkan. Sebab hal itu akan menimbulkan trauma psikis yang dapat mengganggu siswa dalam menjalankan proses belajar mengajar di sekolah", ungkapnya kepada media, Senin (26/9)

Sehingga, lanjut Irfan, dirinya meminta kepada pihak yang berwewenang dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Sulsel dan Kepala Sekola SMAN 2 Makassar untuk memberikan sanksi tegas kepada guru yang bersangkutan sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Dalam kasus ini, hukum harus benar-benar ditegakkan agar ada efek jera. Karena jika dibiarkan, kemungkinan hal yang serupa akan terjadi lagi. Jangan sampai sekolah unggulan seperti SMAN 2 memiliki citra buruk akibat kasus ini", katanya.

Sementara itu, Ketua LSM PERAK Indonesia, Adiarsa MJ, SH mengecam keras tindakan yang dilakukan guru tersebut kepada muridnya.

Baca Juga  Jajanyook K-food Kedai Makanan Korea Pertama di Takalar

"Kami minta jangan ajarkan kekerasan dalam sekolah karena apa yang anda tabur itu yang akan anda tuai. Jadi jangan heran kalau tingkat kriminalitas banyak terjadi oleh anak remaja di usia sekolah karena inilah salah satu cikal bakalnya. Ada pendidik yang mengajarkan kekerasan di dalam sekolah," ucap Adiarsa.

Tidak hanya itu, Adiarsa menyayangkan adanya ketelodoran dan kelalaian serta pembiaran yang dilakukan Kepala SMAN 2 Makassar.

"Informasi yang masuk ke kami sebelumnya juga ada kejadian tawuran antar Kelas XI dan kelas XII di sekolah tersebut yang masih berproses di Polsek Mamajang namun ditutup-tutupi. Lalu peran dan keberadaan pihak sekolah ini dimana?. Jadi ini jelas kelalaian dan pembiaran dari pihak sekolah," tegasnya.

Menurut Adiarsa, ada yang tidak benar dalam polarisasi pendidikan, penggemblengan dan pembinaan yang diajarkan di SMAN 2 Makassar di bawah nahkoda Kepala Sekolahnya yang sekarang.

Baca Juga  UHY-LW, Sosialisasi bersama Tim Pemenangan dengan Tema "Politik Panjat Pinang"

"Kami minta Gubernur dan Kadis segera mengambil sikap tegas dan memberikan sanksi pertanggungjawaban kepada Kepala SMAN 2 Makassar sebagai leader di sekolah tersebut," pungkasnya.

(*)

BAGIKAN