PAST Sultra, Soroti Perusahaan Tambang PT.CNI, Diduga Melakukan Kejahatan Pertambangan?

78

SULSELBERITA.COM,KENDARI – Salah satu perusahaan pertambangan Nikel yang beroperasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, PT. Ceria Nugraha Indotama (CNI) di duga melakukan Kejahatan pertambangan, Lingkungan serta di duga telah melakukan pembohongan publik.jumat (9/8/22)

Hal tersebut terkuak setelah dibeberkan oleh Ketua Umum Perhimpunan Aktivis Sulawesi Tenggara (PAST), Alhaq Annaba dalam keterangan persnya bahwa berdasarkan hasil investigasi dari pihaknya, menduga PT. CNI telah melakukan penambangan di luar dari konsensi Izin Usaha Pertambanganya dan atas kejadian tersebut juga di endus telah merugikan negara.

“Dari hasil Investigasi di lapangan, kami menemukan ada dugaan perusahaan tersebut melakukan penambangan diluar dari konsesi IUP yang telah di tetapkan, dan tentunya ini bertentangan dengan kaidah pertambangan yang berlaku dan kemudian aktifitas tersebut terindikasi merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah,” ucapnya melalui siaran pers, Kamis (18/8)

Baca Juga  Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau(MYL) dan Kepala kantor wilayah Kemenkum HAM Sulsel,Menandatangani MOU

Berdasarkan temuan dari lembaga PAST, dugaan kejahatan pertambangan tersebut berselang pada tahun 2018 – 2019, saat PT. CNI mendapatkan kuota ekspor bahan mentah yang diduga hasil produksinya diluar dari konsensi IUP PT. CNI dan dugaan lainya juga adalah PT. CNI belum memiliki izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

“Kami menduga telah terjadi kejahatan lingkungan salat satunya temuan kami bahwa PT. CNI Belum memiliki AMDAL, dan ini kami dugan ada kejahatan terorganisir dalam mengelola dan menjual Nikel diluar IUP PT.CNI Pada saat Ekspor tahun 2018-2019 silam sehingga menurut kajian kami ini sangat merugikan Negara,” bebernya.

Selain itu, Alhaq pemuda asal Kolaka menduga PT. CNI sudah melakukan pembohongan publik terkait janji pembangunan smelter yang belum kunjung di tunaikan pada tahun 2018-2019 silam dan ia berpendapat bahwa janji tersebut hanya untuk akal-akalan untuk mendapatkan kuota ekspor.

Baca Juga  Baru Hampir Dua Bulan Pria Budi Di Angkat Menjadi Kapolresta

“PT.CNI di duga telah melakukan pembohongan publik atas pembangunan smelter di kabupaten kolaka yang diduga hanya akal-akalan saja untuk memuluskan kuota ekspor padatahun2018-2019,karena sampaihari ini progres pembangunan smelter tidak sesuai dengan janji-janjinya bahwa akan rampung pada Tahun 2021,” urainya.

Tidak hanya itu, ia juga meminta pihak PT. CNI untuk segera membebaskan lahan masyarakat yang berada di dalam konsensi IUP – nya dan meminta kejelasan terkait 4 point komitmen PT. CNI saat memenangkan tender blok pao-pao.

“PT.CNI haru segera membebaskan dan membayar ganti rugi semua lahan- lahan masyarakat yang berada didalam konsesi IUP Karena sangat merugikan masyarakat dan Meminta kejelasan PT.CNI terkait 4 (empat) point komitmen sewaktu memenangkan tender lelang bloklapao-pao kecamatan wolo kabupaten kolaka pada saat RDP dengan DPRD Kabupaten Kolaka tahun 2012 silam, adapun salah satu point komitmenbPT.CNI yaitu adanya kepemilikan saham pemda kolaka diperusahaan sebesar 17,8 persen yang sampai saat ini tidak diketahui kejelasannya,” tegasnya.

Baca Juga  Polrestabes Makassar Bersama Komunitas Suporter PSM Red Gank Bersinergi Jaga Kondusifitas Pilwalkot Makassar

Pungkasnya, sebagai masyarakat lokal PAST Meminta kepada pihak Mabes Polri, KPK, Kejaksaan, Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar segera menghentikan kegiatan pertambangan PT. CNI.

“Kami meminta agar seluruh institusi terkait untuk segera menghentikan aktivitas yang sedang berjalan di PT.CNI karena selain di duga merugikan negara dan daerah, juga telah merugikan masyarakat pemilik lahan, untuk besar harapan kami mabes polri untuk segera membentuk satgas dalam menangani kasus pertambangan yang terjadi di Kolaka,” tutupnya.

Hingga berita ini tayang Pihak PT.CNI belum dikonfirmasi, meski demikian pihak media ini akan berusaha mengkonfirmasi, sehingga pemberitaan tetap berimbang.

Bersambung,..!!

(HNR/-Red)

 

BAGIKAN