Diduga Proyek Overlay Siluman Tanpa Papan Nama di Jalan Nasional Kandis, Ketebalan Bangunan Sangat Tipis

27

Foto : Kegiatan awak media, saat melakukan investigasi dan Konfirmasi lapangan, terkait ketebalan proyek lapis jalan nasional di kecamatan Kandis

SULSELBERITA.COM. PEKANBARU, – Pekerjaan lapis jalan Nasional atau Overlay, di kecamatan Kandis kabupaten Siak Riau, dengan panjang 2,8 KM, terpantau sangat tipis, alias diduga tidak sesuai Spek, 23/2/2021.

Berita ini berdasarkan hasil temuan langsung di lapangan oleh awak media, mana kala proyek yang didanai dari APBN tersebut sedang berlangsung, namun mengundang reaksi masyarakat, diamana secara kasat mata tampak lapisan pengerasan jalan sangat tipis, dan perkiraan kasar masyarakat tidak sebanding dengan berat tonase kendaraan lalu lintas yang kerap  melintas, yakni aneka truck, dan super truck, serta ribuan truck tangki pengangkut CPO yang diprediksi memiliki bobot mencapai 30 ton.

Baca Juga  Puluhan Massa GAM Datangi Mapolda Sulsel, Aparat Minta Massa Jangan Berorasi

Atas pemandangan yang mencurigakan itu, awak media mencoba konformasi kepada pekerja proyek di lokasi, dan selanjutnya dikonfirmasi kepada Humas perusahaan, (Tumeang), yang mengaku kepada awak media ini bertanggung jawab terhadap masyarakat.

,”Saya tidak ada urusan dengan pekerjaan itu pak, saya hanya berurusan dengan masyarakat. Jika ada hal yang ingin dipertanyakan soal pekerjaan atau masalah pelaksanaan, silakan ke kantor PU Provinsi saja,” jawab Tumeang saat di konfirmasi.

Selain itu, awak media juga sesuai dengan tugas dan fungsinya selaku Pers, mempertanyakan soal keberadaan plang nama proyek, atau papan informasi yang seharusnya berdasarkan Perpres 54 tahun 2010 wajib di pasang di lokasi proyek, agar diketahui masyarakat, namun tidak dijumpai. Bahkan anehnya, Situmeang mengatakan, papan informasi proyek berada di wilayah pekanbaru dan di Simpang jengkol Duri.

Baca Juga  Kodim Solo, PMI dan Pemkot Terjun Bersama Mencegah Covid-19

,”Ini proyek ujung ke ujung pak, dari Pekanabaru, tapi saya lupa dimana, dan di simpang pokok jengkol Duri ada plang proyeknya,” beber Situmeang.

Berdasarkan informasi dan analisis kementerian PUPR, bahwa untuk standar ketebalan pengkerasan lapis jalan, memiliki 3 (tiga) kategori, yakni 1. Lapis bawah 20 cm, 2. Lapis atas 15 cm dan 3. Lapis permukaan jalan 6,5 cm, namun Lapis permukaan jalan nasional yang sedang dilaksanakan saat ini di ruas jalan nasional, khususnya di Kecamatan Kandis setalah diukur menggunakan alat ukur, hanya memiliki ketebalan 3 cm.

Seorang masyarakat di kecamatan Kandis yang tidak bersedia menyebutkan namanya, saat di wawancarai awak media mengatakan, agar aparat hukum, Kejaksaan, Kepolisian dan KPK diharapkan dapat melakukan penyelidikan terhadap kenyataan itu.

Baca Juga  KKN UINAM Angkatan 62 Kelurahan Matekko Laksanakan Seminar Program Kerja

,”Kita saja sebagai warga bisa melihat ini tidak sesuai, karena sehari-hari kita saksikan kendaraan yang lewat di Kandis ini bisa berbobot 50 ton, karena ini jalan lintas nasional, sehingga dari ketebalan hanya 3 cm, saya rasa hitung bulan saja, ini sudah hancur kembali,” kata RN (Bapak Paruh baya ) itu kepada awak media.(*)

Sumber : Aktualdetik.com

BAGIKAN