LSM Atau Ormas Tidak Boleh Berpolitik Praktis Atau Tidak Boleh Jadi Pengurus Partai

189

SULSELBERITA.COM. Gowa – Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia angkat bicara terkait LSM atau Organisasi Masyarakat (Ormas) di Indonesia tidak berpolitik atau tidak menjadi pengurus Partai, kalau ada Lsm seperti itu adalah LSM yang tidak independen tapi berpihak kepada pemegang kekuasaan.

Timbul pertanyaan, bagaimana bila politik yang dilakukan oleh LSM menyangkut soal lain?
LSM di Indonesia menjadi sebab undang-undang mengenai kepartaian (UU No. 3/1985) dan undang-undang keormasan (UU No. 8/1985) melarang organisasi politik mempunyai onderbouw  ormas atau LSM. Sebaliknya, Ormas atau LSM tidak dibenarkan berafiliasi dengan partai politik, artinya Lsm dan ormas dilarang untuk jadi pengurus partai politik apalagi jadi caleg.

Kalau ada Lsm atau Ormas menjadi pengurus Partai berarti lsm atau ormas tersebut tidak memiliki ijin dari kementerian Hukum dan ham atau lsm dan ormas yang tidak independen .

Sijelaskan oleh Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia bahwa di Jerman, Belanda, Amerika Serikat, dan beberapa negara lain kedudukan LSM independen dan mengedepankan kepentingan masyarakat , tetapi di Indonesia terdapat LSM dan ormas yang merupakan kepanjangan dari partai politik atau agama tertentu ,
tapi benarkah LSM di Indonesia tidak berpolitik? sebagai salah satu unsur masyarakat sipil yang terorganisir, LSM tujuannya peduli pada pembangunan, kelestarian lingkungan hidup, perlindungan konsumen, hak asasi manusia (HAM) dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan. Menurut Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia bahwa kepedulian LSM tersebut adalah ungkapan dari sikap yang mengacu pada kesejahteraan masyarakat dan tidak ada sangkut pautnya dengan upaya menggalang kekuatan demi kekuasaan politik.

Baca Juga  Sonny Silaban Ketua DPD Projo Riau Berikan Penghargaan Kepada Kapolda Riau

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia berpendapat: “Tidak akan dapat menjalani suatu kehidupan beragama, kecuali jika tidak dapat dapat mengidentifikasi diri dengan seluruh umat manusia dan ini tidak dapat di lakukan jika tidak ikut ambil bagian dalam memantau kegiatan politik dan seluruh aktivitas dewasa ini merupakan satu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi. Kita tidak dapat membagi-bagi kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi, politik dan kegamaan menjadi kompartemen yang terpisah-pisah dan kedap satu sama lain. Kita tidak mengenal satu agama pun yang terpisah dari kegiatan manusia, agama memberi dasar moral bagi semua kegiatan lain kalau tidak demikian, akan menurunkan kadar kehidupan yang menjadi suatu kesemrawutan yang tidak ada maknanya.”
Hal yang membedakan dan harus dibedakan antara sikap politik Ormas atau LSM dengan partai politik, Ormas atau LSM melakukan kegiatan pemberdayaan dan pemihakan kepada masyarakat tanpa mengharapkan dukungan politik dan tidak sedang menggalang kekuatan politik sebaliknya partai politik melakukan upaya penggalangan kekuatan politik sebagai ilustrasi, Ormas atau LSM dan partai atau organisasi politik sama-sama dapat mengadakan pelatihan pengembangan sumber daya manusia, membangun irigasi atau mendorong rakyat untuk membentuk koperasi simpan-pinjam dan lain-lain, tetapi harapan yang ingin dicapai masing-masing berbeda. Partai politik mengharapkan agar lewat upaya pemberdayaan dan kesejahteraan rakyat muncul dukungan bagi partainya pada saat pemilihan umum (pemilu). Sementara itu, LSM sama sekali tidak mengharapkan dukungan dalam bentuk apa pun pada saat pemilu, karena keberadaan LSM tak ada sangkut-pautnya dengan pemilu, calon legislatif (caleg), dan sejenisnya.

Baca Juga  Antisipasi Kemacetan Dipagi Hari, Kasat Lantas Polres Gowa Terjun Langsung Atur Lalu Lintas

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin dalam hal ini hanya memberikan pemahaman bagi teman teman LSM dan ormas sebagai ajakan agar peran politik LSM dibawakan secara murni dan hanya ditujukan bagi pemberdayaan rakyat dan kesejahteraan masyarakat, tidak lebih. Kalangan LSM, menurut hemat kami akan setuju sepenuhnya dengan ajakan itu. Sebab tidak etis bila kepercayaan yang telah diberikan oleh rakyat kepada LSM untuk melayani mereka disisipi dengan tujuan politik tertentu.

Walaupun demikian, meski peranan politik LSM telah dibawakan secara murni tidak serta-merta ketegangan antara LSM dan pemerintah terhapus,
berbagai ungkapan yang mencuat di media massa dari tokoh-tokoh kedua belah pihak yang bersumber dari praduga yang keliru ternyata tidak menjernihkan duduk perkara sebenarnya, sumber ketegangan, secara garis besar dapat dikatakan bahwa pemerintah memandang pembangunan ini selayaknya dilakukan oleh pemerintah sebagai aktor utama, sementara rakyat adalah partisipan. Sebaliknya, LSM berpendapat bahwa pembangunan harus dilakukan oleh rakyat dan pemerintah berperan sebagai pendukung Pemerintah melakukan pendekatan top-down, sedangkan LSM bottom-up. Perbedaan ini memang tidak dapat dihindari, tetapi bila perbedaan itu dapat dijembatani lewat berbagai forum dan dialog, maka bisa muncul berbagai gagasan sehingga kerjasama yang saling mendukung dan melengkapi dengan mempertahankan otonomi dan keihlasan masing-masing,

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Desa Cakura Hadiri Musyawarah Desa Khusus Penyaluran Bantuan Ke Masyarakat

Tentang Lembaga Swadaya Masyarakat  pada awalnya, untuk menyebut suatu lembaga, kelompok, atau organisasi yang aktif mengupayakan pemberdayaan masyarakat untuk menuju Kemandirian   bukanlah barang jadi atau sesuatu yang ada dengan sendirinya tetapi merupakan hasil dari kerja kerja lsm

Menurut Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia bahwa pengembangan di Kalangan Masyarakat Perdesaan Sekarang kita perlu menjelaskan bagaimana dinamika masyarakat pedesaan dapat dibangkitkan, sehingga berbagai potensi yang ada yaitu untuk Mengembangkan pendidikan dan keterampilan masyarakat di Perdesaan Untuk mengetahui bentuk tersebut LSM harus melakukan memberdayakan pendidikan yang pas untuk perdesaan, pertama-tama kita perlu mengetahui apa sumber daya masyarakat yang perlu dibenahi.

Lanjut Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia mengharapkan kepada teman teman LSM bila ada masih jadi pengurus Partai Politik seharusnya tidak menjadi pengurus lsm dan ormas,Kalau tidak mau berhenti jadi pengurus Lsm sebaiknya mundur dari pengurusan atau anggota partai tutupnya.

BAGIKAN