Dr. Nur Syamsiah Kembali Angkat Bicara Terkait kasus yang Menimpanya Pada 2017 Silam

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Makassar – Dalam kasus tersebut, Dr. Nur Syamsiah mempermasalahkan terkait percakapan WA group “SAVE FDK BERMARTABAT”.

DR. Nur. Syamsiah mengatakan kepada awak media akan melaporkan ke komisi disiplin (Komdis) UIN Alauddin Makassar terhadap beberapa Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar yang terlibat dalam percakapan WA group “SAVE FDK BERMARTABAT”

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Dalam waktu dekat ini saya akan melaporkan beberapa oknum Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar yang saya duga terlibat dalam percakapan group tersebut,” ujarnya, Senin (21/3/22).

Dirinya juga menduga kuat ada fitnah sampai menyerang kehormatannya.

“Saya menduga kuat mereka melakukan fitnah dan menyerang kehormatan dan harga diri saya bahkan keluarga saya,” katanya.

“Seharusnya mereka mengkritisi kebijakan saya selaku Wakil Dekan III pada waktu itu tetapi faktanya berbeda, saya bisa buktikan hasil percakapannya sebab alat bukti berupa data dan dokumen saya miliki,” lanjutnya.

Dr. Nur Syamsiah juga menilai Rektor UINAM selaku pucuk pimpinan gagal mengatasi konflik.

“Dalam hal ini selaku pucuk pimpinan tertinggi, saya menilai rektor gagal total dalam menyelesaikan konflik internal Dosen UIN Alauddin Makassar, seharusnya Rektor jangan tebang pilih dan setelah ini saya berharap Komdis harus tegas” tutupnya.

Pos terkait