LP2M UNM Melalui Program RISPRO LPDP Mempersiapkan Para Linguist Dokumenter Bahasa Daerah

20
Advertisement

SULSELBERITA.COM. MAKASSAR – Kamis, 3 Februarui 2022. Pendokumentasian bahasa daerah dapat dikategorikan sebagai salah satu topik riset yang memiliki tingkat urgensitas yang tinggi untuk dilakukan. Hal itu disebabkan mengingat banyak bahasa daerah pada saat ini terancam kepunahannya. Bahasa daerah merupakan simbol identitas kebangsaan. Maka dari itu, ketika masyarakat kehilangan bahasa daerahnya, hal tersebut berarti masyarakat tutur tersebut telah kehilangan bagian dari identitasnya. Untuk mengatasi bahasa-bahasa daerah yang terancam punah itu, diperlukan revitalisasi bahasa. Salah satu bentuk revitalisasi yang dapat dilakukan adalah dengan pendokumentasian bahasa.
Beranjak dari permasalahan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar melalui program RISPRO LPDP telah mengembangkan model revitalisasi bahasa daerah melalui keterlibatan mahasiswa sebagai dokumenter.
Prof. Dr. Mantasiah R., M.Hum selaku ketua peneliti program menjelaskan bahwa model ini fokus memberdayakan dan melatih mahasiswa sebagai asisten peneliti dalam mendokumentasikan bahasa daerah yang diintegrasikan di salah satu mata kuliah jurusan bahasa. Program ini tentunya sesuai dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Penelitian dianggap termasuk kegiatan pembelajaran yang dapat membangun cara berpikir kritis mahasiswa yang memiliki passion menjadi peneliti untuk lebih mendalami, memahami, dan melakukan metode riset secara lebih baik. Pelaksanaan bentuk kegiatan pembelajaran ini dapat memperoleh pengakuan yang setara dengan jumlah sks tertentu pada setiap semesternya.
Mahasiswa yang terlibat dalam program ini dilatih beberapa kali pertemuan untuk membekali mahasiswa sebelum mengumpulkan data di lapangan. Setelah itu, mahasiswa dengan didampingi oleh tim peneliti dari LP2M UNM akan mengumpulkan data berupa dokumentasi bahasa daerah di beberapa daerah lokasi penelitian seperti Makassar, Bulukumba, Wajo, dan beberapa daerah lainnya. Secara umum output yang diharapkan melalui program ini yakni berupa Model Revitalisasi Bahasa Daerah Melalui Students Team Based Project Yang Terintegrasi Dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

BAGIKAN