Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Angkat Bicara Terkait P4KD Desa Pappalluang Tahun 2015, Tahun 2021 dan Pemilik Ijazah

39
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Gowa – Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia angkat bicara terkait panitia P4KD tahun 2015 yang meloloskan Rahim Tutu menjadi calon kepala desa dan panitia P4KD pada periode keduanya karena mereka P4KD tahun 2015 dan P4KD tahun 2021 mengetahui bahwa Rahim Tutu bin Bakka bukan Muhammad Said bin Bakka dan sangat paham bahwa persyaratan administrasi pencalonan kepala desa Pappalluang yang bernama Muhammad Said sudah ada pembatalan dari kepala sekolah juga mengetahui bahwa kepala dinas pendidikan kabupaten Jeneponto sudah membatalkan persyaratan tersebut tetapi P4KD tetap memaksakan kehendaknya meloloskan Muhammad Said bin Bakka.

P4KD sangat paham bahwa Ijazah yang digunakan menjadi persyaratan administrasi pencalonan kepala Rahim Tutu adalah milik adiknya yang bernama Muhammad Said bin Bakka, artinya P4KD ikut terlibat dalam membantu jalannya kejahatan yang dapat merugikan keuangan Negara,maka menurut Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia P4KD yang jumlahnya 5 orang harus bertanggung jawab dalam hal pemilihan kepala desa di Desa Pappalluang P4KD tahun 2015 dan P4KD tahun 2021.

Baca Juga  Pemkab Takalar Jajaki Pengembangbiakan Sapi Kembar

Amiruddin Sh.Kr Tinggi mengatakan kepada awak media saat ditemui dikantornya,menjelaskan Rahim Tutu sudah jadi tersangka dan ditahan di Mapolres Jeneponto,polda Sulawesi Selatan sejak tanggal 31 Desember 2021 karena menggunakan ijazah milik adiknya yang bernama Muhammad Said berdasarkan pasal 266 ayat (2) KUH-pidana dapat diancam hukuman pidana 7 tahun dan pasal 55/56 turut serta membantu jalannyan kejahatan termasuk pemilik ijazah adiknya maka harus juga dilakukan proses hukum dan dilakukan penahanan terhadap P4KD 5 orang dan Muhammad Said selaku pemilik ijazah karena berkat bantuannya mereka sehingga perlakuan kejahatan Rahim Tutu bin Bakka dapat berjalan Mulus dari tahun 2015 dan tahun 2021 demi tegaknya hukum diwilayah hukum Polres Jeneponto,polda Sulawesi Selatan.

Amiruddin selaku kontol sosial menyampaikan lagi ke awak media bahwa tahun 2010 Rahim Tutu sebagai salah satu Kau di Desa Pappalluang menggunakan nama Rahim Tutu bin Bakka tahun 2015 menjadi calon kepala desa Pappalluang berubah namanya menjadi Muhammad Said bin Bakka,P4KD mengetahui bahwa ijazah yang digunakan adalah milik saudaranya ( Muhammad Said bin Bakka) namun tetap diloloskan adalah kejahatan yang terstruktur maka hukum tidak maksimal ditegakkan diwilayah hukum Polres Jeneponto kalau P4KD tahu 2015 dan tahun 2021 termasuk pemilik ijazah ( Muhammad Said bin Bakka ) tidak diproses hukum.

Baca Juga  Kemenag Sinjai Lakukan Pelayanan Paspor Calon Jamaah Haji 2019/1440 H

Ditambahkan lagi oleh Amiruddin,bahwa Rahim Tutu sebenarnya tidak bersyarat menjadi calon kepala desa di Desa Berutallasa tahun 2015 dan tahun 2021,maka akibat perbuatan dan akal bulus Rahim Tutu bekerja sama dengan P4KD diloloskan menjadi calon kepala desa walaupun tidak memiliki Ijazah maka penetapan pencalonan kepala desa Pappalluang tahun 2021 cacat hukum seharusnya didiskualifikasi sebagi calon kepala desa karena tidak bersyarat sama sekali akibat perbuatan P4KD maka dapat merugikan calon kepala desa Pappalluang yang lain.

Lanjut Kr.tinggi,bahwa karena perbuatan P4KD bekerjasama dengan Rahim Tutu untuk loloskan menjadi calon kepala desa di Desa Pappalluang maka perbuatan P4KD sama halnya perbuatan Rahim Tutu dan tidak tertutup kemungkinan penetapan P4KD meloloskan Rahim Tutu sebagai Calon Kepala Desa Pappalluang akan digugat oleh calon kepala desa Pappalluang yang merasa dirugikan untuk pembatalan penetapan P4KD tahun 2021 dan menggugat ganti kerugian kepada P4KD Desa Pappalluang karena akibat dari perbuatan P4KD maka calon kepala desa dapat dirugikan secara materil dan in materil tutupnya.

Baca Juga  Rider Asal Sinjai Meriahkan One Day Trail Adventure Jelajah Wisata Alam Toraja Seri 4

Rilis Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia.
Hp.085241416014.

BAGIKAN