Kasihan,Dosen UMI Yang Di Palsukan Tanda Tangannya, “Sudah Jatuh Tertimpah Tangga Pula”

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

SULSELBERITA.COM. Makassar – Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi angkat bicara lagi terkait Pemalsuan tanda dosen tahun 2014 pada format blanko Program Pascasarjana pascasarjana pada Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia dimana dosen yang dipalsukan tanda tangannya menemui ketua DPP Lsm Gempa Indonesia disalah satu warkop di Makassar, tujuannya meminta untuk didampingi melapor kepolda Sulawesi Selatan .

Amiruddin menirukan kata kata dosen yang dipalsukan tanda tangannya saat di BAP di penyidik polda Sulawesi Selatan atas laporan Prof Dr.H.Muh. Nasir Hamzah SE.M.Si sehingga tidak keberatan semata mata hanya menjaga nama baik Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia,menurutnya sangat memalukan karena UMI itu perguruan Tinggi Islam lagi pula yang dipalsukan tanda tangannya adalah Profesor dan Doktor,dan yang dilaporkan selaku terduga pelaku pemalsuan adalah seorang Profesor.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Disampaikan oleh dosen UMI yang dipalsukan tanda tangannya pada ketua DPP Lsm Gempa Indonesia saat ditemui disalah satu warkop di Makassar, bahwa sebelum dipanggil oleh penyidik polda Subdit II Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan atas laporan Prof Dr.H.Muh.Nasir.Hamzah, dosen korban pemalsuan tanda tangan sudah mendapat intervensi oleh petinggi Yayasan dan disarankan agar tidak keberatan atas permasalahan tersebut,diamini oleh korban ,tapi apa yang terjadi sesudah selesai di BAP tidak keberatan atas laporan pemalsuan tanda tangannya,maka korban tetap di skorsing sebagai dosen dan dihentikan tanpa prosedur “Sudah jatuh ketimpah tangga lagi” artinya petinggi atau penentu kebijakan pada Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatannya cenderung otoriter.

Dikatakan Kr.Tinggi kepada awak media bahwa Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia yang sudah berumur 67 tahun sudah 12 ( dua belas) kali melakukan pemilihan Rektor,tetapi baru kali ini diduga ada pemalsuan tanda tangan dosen pembimbing program pascasarjana,dan baru kali ini terjadi dilakukan skorsing dosen dan menghentikan gajinya yang menurut Amiruddin selaku kontrol sosial bahwa,tindakan ini sangat bertentangan dengan Undang undang ketenagakerjaan.

Ditambahkan lagi oleh ketua DPP Lsm Gempa Indonesia, bahwa tindakan tindakan yang dilakukan petinggi Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia,seakan akan Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia adalah perusahaannya,main skorsing tanpa melalui mekanisme atau aturan berdasarkan AD/ART Yayasan Wakaf Umi.

Kami selaku sosial kontrol merasa terpanggil untuk mendampingi korban pemalsuan tanda tangan melapor ke polda Sulawesi selatan agar terungkap kebenaran dan sekaligus menjaga nama baik Lembaga pendidikan perguruan Tinggi

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia berharap kepada pengurus Yayasan Wakaf Umi agar dapat menghentikan perseturuan ini,sangat memalukan akademisi saling lapor dan saling skorsing dan saling mencari kesalahan,sangat memalukan bagi orang tua mahasiswa/ mahasiswi terutama bagi masyarakat yang berpendidikan renda,mari akademisi guru besar pada Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia memperlihatkan contoh yang patut ditiru selaku akademi tutupnya.

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi. Hp.085241416014.

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Selamat Hari Jadi Takalar Ke-66

Pos terkait