Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Jeneponto Segera Dilaporkan ke Mahkamah Partai oleh Lsm Gempa Indonesia

68

SULSELBERITA.COM. Jeneponto - Pengguna ijazah Anggota DPRD Partai Golkar Kabupaten Jeneponto memiliki dua ijazah SD, yang asli lahir tahun 1999,pada tahun 2019 saat pencalonan Anggota DPRD kabupaten jeneponto saat itu baru berumur 18 tahun karena persyaratan menjadi anggota DPR RI, DPRD Propinsi, DPRD kabupaten dan Kota berdasarkan peraturan KPU harus berumur 21 tahun

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi menjelaskan saat dihubungi oleh awak media bahwa Khaidir pada tahun 2019 baru berumur 18 untuk diterima menjadi calon anggota pada partai golkar ijazah SD tercatat umur lahir tahun 1999,untuk memenuhi persyaratan yang bersangkutan memasukkan ijazah yang tercatat tahun kelahiran 1995 maka pda tahun 2019 Khaidir berumur 21 tahun, artinya ijazah diganti /dirubah untuk mengikuti peraturan KPU,itu dalam ijazah SD tidak bersesuaian ijazah SMP dan Ijazah SMA,termasuk penulisan nama ayah berbeda dari Ijazah SD,SMP dan SMA.

Baca Juga  Satreskrim Polres Pandeglang Ciduk 2 Pelaku Curanmor di Terminal Kadubanen

Amiruddin lagi menambahkan bahwa diterimanya Khaidir jadi calon anggota DPRD kabupaten jeneponto tahun 2019 sebenarnya belum bersyarat terkai umur yang ditentukan dalam peraturan KPU dimana lagi ijazah tersebut tidak bersesuaian mulai dari Ijazah SD,SMP dan SMA tetapi KPU Kabupaten Jeneponto tetap menerima untuk jadi calon anggota DPRD mungkin karena kesengajaan atau ...???

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia menjelaskan bahwa kasus ini besok hari kamis sudah sampai laporan saya ke Mahkamah Partai Golkar Pusat untuk proses sesuai aturan karena menurutnya kasus seperti ini sangat mencederai Partai Golkar .

Dikatakan oleh Amiruddin kepada awak media dikantornya bahwa kasus ijazah ini LSM GEMPA INDONESIA sudah memiliki bukti yang sangat kuat tutupnya.

BAGIKAN