SULSELBERITA.COM, Gowa, Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi angkat bicara kembali terkait mundurnya kepala dinas pendidikan dan kepala dinas Sosial Kabupaten Gowa menuai tanda tanya kepada publik.
Mundurnya kedua kadis tersebut di Kabupaten Gowa baru baru ini membuat sejarah baru di pemerintahan Kabupaten Gowa mulai sejak terbentuk Kabupaten Gowa tahun 1957 menjadi daerah Kabupaten,sebelumnya itu tidak pernah terjadi.
Amiruddin Sh.Kr Tinggi selaku kontrol sosial mengatakan kepada awak media saat ditemui oleh awak media di warkop 70 Sungguminasa, ada apa yang terjadi terhadap kedua kadis tersebut sehingga kedua kepala dinas itu dapat mundur ? Amiruddin penuh tanya.
Menurut Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH mengatakan,bahwa jadi kepala dinas itu tidak gampang,prosesnya tidak gampang harus ikut lelang jabatan segala macam,tapi kedua kadis ini kenapa mundur ?.
Dikatakan lagi,dengan mundurnya kedua kadis seharusnya pihak penegak hukum Kabupaten Gowa dapat menelusuri apa sebab kedua kadis mundur dari jabatannya,apakah tidak meninggalkan persoalan yang dapat merugikan Negara,karena karena berdasarkan investigasi Lsm Gempa indonesia, bahwa kedua kepala dinas itu mengundurkan diri di duga meninggalkan kesan yang tidak patut dicontoh oleh Kepala dinas yang lainnya,kalau pihak penegak hukum dia saja tidak menelusuri sebab mundurnya kedua kadis tersebut maka pihak penegak hukum di Kabupaten Gowa diduga tidak memfungsikan yang namanya intelejen dan setengah hati untuk memberantas korupsi karena kuat dugaan kedua kadis itu mundur ada masalah besar yang ditinggalkan berdasarkan investigasi Lsm Gempa indonesia,mundur tanpa sebab itu tanda tanya dan jika penegak hukum Kabupaten Gowa tidak menelusuri, maka Lsm Gempa Indonesia akan melapor dengan alat bukti yang ada tutupnya.





