Terkait Penahanan Dugaan Pembuat PCR bodong, Kapolres Kendari masih bungkam, Mahasiswa : kami tidak bayar sepersenpun, Yang ditahan Menolong kami

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

 

SULSELBERITA.COM || kendari- sebelumnya diberitakan dikutip kompas.id, Sebanyak 23 dokumen tes Covid-19 palsu ditemukan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, akhir pekan lalu. Dokumen yang akan dipakai 23 mahasiswa ke Jakarta ini dibeli seharga Rp 250.000 per buah. Meski terjadi akhir pekan lalu, aparat kepolisian belum mendapatkan laporan sehingga pelaku belum ditangkap.

Bacaan Lainnya
Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

namun Informasi terbaru setelah pihak kepolisian mendalami Informasi adanya PCR bodong itu, terduga pelaku pembuat PCR bodong tersebut telah di tahan oleh aparat kepolisian kendari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun”Temuan surat PCR palsu ini terjadi pada Jumat (20/8/2021) sekitar pukul 09.30 Wita. Saat itu, tiga petugas KKP yang berjaga di loket menemukan adanya dokumen yang tidak tercatat dalam sistem kesehatan terpadu,” kata Koordinator Wilayah Kerja Bandara Haluoleo Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dr Umi Mazidah, dikutib kompas id,Senin (23/8/2021).lalu

Sementara pengakuan dari beberapa Mahasiswa terkait PCR palsu tersebut, bahwa pembuat PCR tidak meminta sepersenpun dan yang ditahan polisi menolong kami,akunya

Dilangsir tuntas.id,dikatakan 23 Mahasiswa berbicara terkait PCR Palsu yang digunakan sebagai persyaratan penerbangan mereka dari Bandara Haluoleo (Kendari) menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta (Jakarta).

Adit Saputra (salah satu dari 23 orang mahasiswa pengguna PCR) Menegaskan bahwa mereka tidak membayar sepeserpun untuk menggunakan PCR tersebut

“saya dan teman-teman tidak pernah membayar sepeserpun terkait dengan PCR yang kami gunakan sebagai persyaratan penerbangan menuju Jakarta dan orang yang ditahan itu adalah orang yang menolong kami” Ucap Adit saat diwawancarai awak media Tuntas.id pada Jum’at 27 Agustus 2021.

Selain itu, Fatma Wati (18) salah satu dari 23 mahasiswa pengguna PCR palsu, ia menjelaskan secara kronologis bahwa PCR tersebut terpaksa digunakan oleh Saudara Ilham Nur Baco (Tersangka Pembuat PCR Palsu).

” pada hari Jum’at 20 Agustus kemarin, saudara Ilham Nur Baco Telah menolong kami yang saat itu kepepet waktu karena jadwal penerbangan sangat mendesak, sementara kami yang pada saat itu tidak mengetahui bahwa di bandara Haluoleo tidak memberikan layanan PCR. Saudara Ilham Nur Baco dengan terpaksa menggunakan PCR palsu tersebut untuk membantu penerbangan kami agar tiket kami tidak hangus”tutupnya.

Pengakuan Mahasiswa lain, dikutip sultraline. atas nama Susianti mengaku mengetahui bahwa PCR tersebut palsu, sebab dia dan mahasiswa lain tak pernah melakukan tes PCR.

“Iya kita tahu (PCR itu palsu) karena bukan dari pihak rumah sakit yang kasih. Kita juga tidak pergi tes (PCR). Kita cuma minta bantuan senior kita,” imbuhnya.

Dia juga menjelaskan tentang uang Rp 250 ribu. Uang itu, kata Susianti, bukan untuk membayar surat PCR yang diurus oleh INB.

“Yang uang Rp 250 ribu itu tidak ada sangkutanya dengan PCR. Uang itu untuk biaya transportasinya kita, mulai dijemput dari kampung ke bandara, dan transportasi kalau sudah tiba di Jakarta,” ungkapnya.

“Kita ndak dimintai uang kalau untuk pengurusan PCR itu,” sambungnya.

Setelah keberangkatanya dibatalkan pada 20 Agustus 2021. 23 mahasiswa tersebut kemudian kembali membayar untuk tiket pesawat.

“Kita juga datang langsung ke RS Bahteramas untuk tes PCR, dan bayar Rp 525,” pungkas Susianti.

Sementara itu, Kapolres kendari ( Didik ), saat berusaha dihubungi via WhatshApp oleh awak media ini, terkait penahanan tersangka dugaan pembuat PCR palsu, masih memilih bungkam.

Sementara itu pamplet minta kapolres kendari di copot bertebaran dimana mana dimedia sosial WhatsApp.

Sampai berita ini tayang, Kapolres kendari yang dihubungi media ini belum ada tanggapan, meski begitu pihak media ini tetap memberikan hak jawab dan akan berusaha mengkonfirmasi.

( HNR )

Pos terkait