Dituding Pasang Badan dan Ingin Memukul Aparat, Firman: Isi Berita itu Jelas Ingin Merusak Nama saya dan Memojokkan Institusi Penegak Hukum

33

SULSELBERITA.COM. Gowa, -- Beredar berita tentang kegiatan pertambangan yang terjadi di Desa Tangkebajeng Kecamatan Bajeng, kabupaten Gowa yang menyebutka 'oknum kades diduga melakukan aktivitas tambang' dibantah keras oleh Firman selaku pengelola.

Berita yang terbit disalah satu media online dengan judul "Kapolres Budi Susanto harus Tau ini" dinilai oleh Firman terlalu mengada ada.

Tidak benar itu, kegiatan pencetakan sawah yang kami lakukan ini murni atas permintaan masyarakat pemilik lokasi yang mengharapkan agar kebun miliknya bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam padi,jadi isi berita itu banyak yang mengada ada, ungkap Firman pada media ini Minggu, 9 Mei 2021.

Firman yang tuding juga pasang badang terhadap aparat yang masuk ke lokasi, juga membantah keras tudingan tersebut.

Baca Juga  Terkait Penyegelan Kantor Desa Pattinoang, Mantan PLT Yusuf Naba "Cuci Tangan"

"Isi berita tersebut jelas jelas sengaja ingin merusak nama baik saya dan institusi kepolisian, secara logika, mana ada warga sipil yang sadar hukum berani mengancam ingin melakukan tindak kekerasan terhadap aparat, itu jelas jelas mengada ada," ungkap Firman saat di konfirmasi melalui sambungan selulernya.

Firman juga menambahkan, aktivitas yang terjadi di lokasi saat ini atas permintaan pemilik lahan yang meminta kepada kami untuk merampungkan pencetakan sawah miliknya, mengingat sekarang telah memasuki musim tanam, dan masyarakat berharap dengan rampungnya pencetakan sawah tersebut, maka bisa menambah penghasilan mereka yang sebelumnya hanya bisa menikmati hasil sekali setahun, bahkan ada yang tidak bisa menikmati hasil dari tanahnya sama sekali.

Terkait adanya berita yang menyudutkan dirinya dan terkesan sengaja ingin merusak namanya dan isntitusi, dalam hal ini aparat penertiban tambang ilegal, maka dirinya bertekad untuk membawa permasalahan ini kerana hukum.

Baca Juga  Unjuk Rasa GMNI Bantaeng Tuntut Pembangunan Pasar Rakyat Tanah Loe

Jadi masalah berita itu, awalnya saya diam, namun karena semakin mengada ada dan kami anggap sudah ada unsur yang ingin merusak nama institusi dan nama baik kami, maka saya akan segera melaporkan hal ini ke pihak kepolisian, agar Polisi bisa bertindak sesuai aturan yang berlaku, tegasnya.

Sementara salah satu warga sekitar lokasi yang ditemui jurnalis media ini menyebutkan, dirinya tidak pernah mendengar ada bahasa bahasa yang seperti diberitakan itu.

"Selama saya sering kesini, tidak pernah saya dengar ada kata kata seperti mau memukul aparat atau apa pak, bahkan yang saya lihat, di sini sering datang orang dari daerah luar yang datang, tapi tidak ada itu bahasa bahasa seperti itu," ungkap warga yang minta namanya tidak disebutkan. (Red)

Baca Juga  Tak Punya Lawan Tanding, Akhirnya Pegawai Toko di Makassar ini Sodomi Anak di Bawah Umur
Advertisement
BAGIKAN