Diduga SPBU.14.282.621 Bersekongkol Dengan Supir Mobil Tangki Elnusa Nakal BM 8220 DU.Jual Minyak Lebih Gunakan Ember Harga 100 Ribu

SULSELBERITA.COM.PEKANBARU – Pihak SPBU.14.282.621 manajer dan sekuriti pihak SPBU tersebut, mencoba menghalang – halangi tugas wartawan.yang hendak melakukan Liputan investigasi berdasarkan hasil imformasi mantan supir mobil tangki Elnusa.inisial YS.

Dimana sumber mengatakan kepada awak media ada supir mobil tangki Elnusa nakal yang sering menjual’ minyak lebih kepada tiga tempat SPBU.

Bacaan Lainnya
Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia

Yang pertama di jalan jendral Sudirman dan SPBU jalan Dahlia serta  SPBU di Jalan Durian ,

Awak media setelah mendapat informasi atau laporan tersebut. langsung terjun menuju ke lokasi untuk memastikan kebenaran imformasi tersebut.

Setibanya awak media online Pekanbaru salah satunya Ansori di lapangan mencoba melakukan pengintaian terkait adanya impormasi masyarakat tersebut ,ternyata memang ada Mobil Tangki Elnusa yang diduga kuat sesuai dengan keterangan masyarakat tersebut .

“Benar ada pihak SPBU tersebut menimba,minyak atau BBM dari atas mobil tersebut. dengan cara berulang kali menggunakan ember cat yang berukuran 20 liter per-Embernya di bayar Rp 100.000.,00 oleh pihak SPBU kepada oknum Supir Tangki mobil ELNUSA tersebut jelas sumber inisial YS

Sesuai dengan, keterangan dari masyarakat inisial YS menjelaskan bahwa mereka yang menimba BBM tersebut dilakukan oleh pihak SPBU menggunkan ember ukuran besar dan supir hanya menghitung jumlah berapa baynak minyak yang di timba menggunkan ember tersebut.yang di masukan ke dalam selokan BBM yang sudah ada di bawah tanah di lokasi SPBU tersebut jelas YS. kepada awak media Ansori.

Namun beda halnya keterangan dari pihak manager atau pengawas SPBU ketika di lakukan konfirmasi di olah TKP atau Lidik ke lokasi TKP SPBU tersebut, oleh pihak kepolisian Polsek Bukit Raya.

Manajemen SPBU tersebut mengatakan kami menimba BBM tersebut karena takut nya ada BBM di dalam mobil tangki Elnusa dengan nomor polisi BM 8220 DU itu tidak Rata di dalam lobang Tangki itu lalu kami Ratakan dan kalau yang di bawah itu kita tuang menggunakan ember kita mau mastikan BBM tersebut ada air atau tidak jelas wanita inisial Y dan temanya H. Ketika di pertanyakan oleh awak media Ansori pada saat itu, awak media menayakan tekait segel nya kan sudah ada yang di pasang di tutup nya Tersebut.

Dan apakah hal yang dilakukan oleh saudara tersebut sudah sesuai kerja saudara selaku pihak pengawasan atau selaku manager SPBU …?

Dan Ketika di pertanyakan oleh awak media apakah Benar ada nya laporan masyarakat terkait adanya kegiatan pihak SPBU dengan supir sesuai Apa yang kami dapat kan impormasi dari lapangan itu , Y salah satu pihak SPBU sebagai manager atau Pengawasan tersebut mengatakan saya tidak tau.

“Nah di sini sudah bisa pihak Pertamina baik pun ELNUSA berserta instansi kepolisian dan yang terkait lain nya, untuk mencermati dengan alasan dari pihak SPBU tersebut ,

“kalo mereka, dari pihak SPBU tersebut dengan alasan hanya ingin memastikan Tamara BBM yang ada di dalam mobil dan apa, ada campur air atau tidak BBM tersebut apakah ada campur Air atau tidak ,kan mereka sudah berulangkali mengecek dan mengambil Sempel BBM atau Miyak tersebut.” dari atas mobil kenapa mesti mereka menakar BBM kembali’ menggunkan ember di bawah mobil tersebut lalu di tuang ke dalam selokan BBM yang sudah ada di SPBU tersebut

“harus nya kalau mereka hanya memastikan ada air atau tidak dalam minyak tersebut.”kan mereka bisa pastikan cukup waktu melakukan pengambilan Sempel BBM pas di atas mobil tangki Elnusa. Dan mobil tersebut dari Depot Pertamina Riau, sangat lah dekat dari lokasi SPBU jadi tidak mungkin BBM yang di bawa oleh mobil tangki Elnusa BM 8220 DU itu menguap atau berkurang karena cuaca pun masih sangat segar di pagi hari sekita pukul tujuh lewat itu.

Sedangkan pihak SPBU tersebut mengatakan kepada pihak kepolisian Abdul Halim selaku Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya yang di dampingi oleh tiga orang anggota nya, bersama Ansori dari media tersebut diduga kuat pihak SPBU tersebut sudah memberikan keterangan palsu.

Namun menurut dari hasil keterangan Y pihak dari SPBU tersebut sangat tidak masuk akal sehat, karena sepengetahuan kita kalo menguji atau mengetes BBM tersebut haya dengan menggunakan bahan meteran untuk memastikan dasar miyak di dasar tangki mobil Elnusa apakah ada bercampur air atau tidak ..?, tetapi ini yang mereka lakukan memang tidak sesuai dengan standar Operasional Persedur (S O P) yang sebenarnya dari pihak Pertamina baik’pun dari pihak Perusahaan ELNUSA metrologi pusat juga ketika di konfirmasi oleh awak media Ansori Arza selaku Humas ELNUSA pusat mengatakan hal seperti itu tidak di benarkan , tidak di boleh kan mengeluarkan BBM dari mobil ke ember cat tersebut jelas Arza selaku Humas ELNUSA pusat tersebut ketika di konfirmasi oleh awak media Ansori melalui via ponsel nya.+62 811-878-XXX,maka alasan pihak SPBU Diduga sangat janggal sekali yang pertama untuk pengambilan sempet itu haya satu kali saja dan jumlah nya paling 5 (lima liter), paling banyak.

“Namun minyak tersebut di ambil dari dalam Tangki mobil ELNUSA melalui lobang atas Tangki mobil dan samping mobil bagian keran sebelah kiri Tangki bagian depan bawah.

“Dengan cara mengeluarkan minyak atau BBM sejenis pertalite itu dengan menggunakan timba dan ember-ember cat warna kehitaman mengunakan ember cat yang berukuran lebih kurang 20 liter dengan cara berulang kali, mulai dari atas mobil tangki mobil Elnusa yang dikemukakan oleh inisial BB Perdana PU jenis kelamin laki-laki tersebut ,sampai ke bawah mereka melakukan aktivitas yang sama halnya, dengan yang di atas tadi.

“Dan minyak lebih itu diduga dibayar oleh pihak SPBU yang di bawah naungan (PT.Sumber Alam Jaya Permai )

“kepada supir mobil tangki inisial BB Perdana PU yang di kemudian oleh salah satu bernama inisial BB mobil Elnusa BM 8220 DU dengan harga Rp,100.000.,00 Ribu per ember cat tersebut.

Kami berharap kepada pihak Pertamina dan perusahaan Elnusa segera melakukan tindakan tegas terhadap diduga oknum Supir nakal’ BM 8220 DU itu karena sangat merugikan negara.

Dan kami, juga berharap kepada pihak Pertamina Riau dan Guburnur Riau bersama kapolda Riau baikpun Kapolresta Pekanbaru karena ini masih di wilayah hukum Polda Riau baikpun polresta Pekanbaru untuk segera memberikan Sangsi Tegas kepada SPBU dan oknum yang terlibat dalam hal tersebut mobil dengan

Nomor polisi. : BM 8220 DU

SHIPMENT NO. : 21506008 ref : 501406

Nama pengemudi. : Siak 201, BB PERDANA PU

Pembeli. : 905743 PT.Sumber Alam Jaya Permai

Produk. : Pertalite

Nomor so/sa. : 4019 625399.

Nomor Lo. : 8065231395.

Jumlah pemesanan (KL). : 8,0.

Dens/Temp (obs). : 0,717/26,0.

Tanggal pengiriman : 29 / 04 / 2021.

Jam keluar 07 : 23 ;34

Nomor sigel : 1,-4431329.-1,- 443130.-,1- 4431331.-1,-4431332

tujuan ke SPBU.14.282.621. pembeli yang di bawah naungan 905743 PT.Sumber Alam Jaya Permai.

Dan oknum yang terlibat terkait dengan temuan awak media berdasarkan informasi yang diberi oleh masyarakat Riau tersebut.” kepada awak media.” pada, 29 April 2021 sekitar pukul : 08:10 wib. Di lokasi dalam kawasan SPBU.14.282.621 beralamat di jalan Sudirman Km,5,5 kota Madya PekanbaruTersebut.

Penulis : ANSORI

Pos terkait