Warga Kualu Kubang Raya Diduga Jual Gas Subsidi Berjumlah Besar Harga 20 Ribu Sampai 35 Ribu

7

SULSELBERITA.COM. KAMPAR – Warga desa Kualu Tarai Bangun, Kubang Raya Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar berinisial WW , yang bekerja sebagai pedagang harian sembako diduga menjalankan bisnis haram, dengan Cara merampas hak subsidi Masyarakat kecil .

“Oknum WW (40  tahun) diduga menjalankan bisnis haramnya dengan  modus membuka usaha kedai harian “.  ucap Warga sekitar inisial JS. Minggu, 11/4/2021.

“Sebenarnya dia Adalah penjual gas 3 kilo yang Bersubsidi, khususnya tabung 3 kilo dengan jumlah yang sangat besar, dia Menjual gas 3 kilo kepada Pengusaha restoran / kedai nasi dan rumah makan Ampera dan Pedagang bakso”. Ujar sumber lagi.

“Mereka sekali ambil ke sini ada yang 20 tabung ada juga yang 15 tabung ada yang 10 tabung bahkan ada yang cuma 6 tabung ucap” Kata WW kepada wartawan, saat di pergoki aktivitas nya itu, Wiwik memohon agar tidak di beritakan masalah usaha gas nya tersebut.(11/04/2021)

Baca Juga  Ketua SEKAT-RI Terima Bantuan Masker dari Polda Sulsel

Salah seorang warga sekitar ketika di tanyakan oleh Awak media, mengatakan sudah sejak lama dia jualan gas tersebut. ” Itu rumah nya di belakang sana ujar warga sekitar. Biasanya dia jual 28.000.Sekarang udah turun Rp 20.000. ribu, biasa nya dia jual Rp,28.000. ribu, kadang Rp 25.000.ribu, dia biasa jual sama orang jualan usaha kedai nasi dan Kedai bakso” ungkap sumber yang meminta agar identitasnya tidak ikut dipublikasikan

“Lihat lah banyak tabung nya di Depan kedai nya itu hampir 200 Tabung entah dari mana dia dapat Tabung sebanyak itu” ujar sumber lagi

Warga mengatakan kalau oknum pelaku biasa nya menjemput gas tersebut dari pangkalan gas, tapi  gak tau pangkalan yang di mana, sesuai dengan pengakuan ww ketika di pertanyakan awak media. WW menggakui dia beli dari pangkalan Gas tapi dia tidak mau menyebutkan pangkalan gas tersebut,karena menurut pengakuannya kalau saya sebutkan nanti saya tidak bisa beli gas lagi, ujar nya kepada awak media.

Baca Juga  Innalillahi Wa Innailahi Rajiun, Warga Takalar Pasien Covid 19 Meninggal Dunia

Menurut keterangan warga dan WW tersebut dia melansir gas menggunakan mobil kijang warna Biru, dengan nomor polisi BM 13 41AG milik nya sendiri . Kadang-kadang berdua sama suaminya.

Ketika WW sedang melakukan aktivitas nya bersama suami sempat di pergoki Wartawan. Namun dia memohon kepada Wartawan agar tidak di beritakan, dengan mengatakan dia orang susah pada hal rumah nya besar, di belakang kedai nya tersebut.

Kami juga meminta kepada Kapolres Kampar, agar segera mengusut marak nya tabung gas yang di jual oleh oknum pelaku yang tidak bertanggung jawab.

Tegas masyarakat Kualu “karena sangat merugikan orang banyak. Akibat dari banyak nya Mafia Tabung gas elpiji 3 kilo tersebut, banyak masyarakat kecil Kesulitan untuk mencari gas karena di pangkalan habis, akibat di jual kepada mafia gas. Dengan cara menjual melebihi dari harga subsidi yang sudah di berikan oleh pemerintah daerah, harga gas elpiji 3 kilo biasa di jual di pangkalan Rp,18,000 rupiah, namun setelah di jual kembali oleh para mafia gas mulai dari harga Rp,20.000.sampai dengan Rp, 25000.bahkan sampai Rp, 35.000. ucap masyarakat kecil tersebut.

Baca Juga  Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kab.Takalar, Kutuk Kejahatan Kemanusiaan Pemerintahan Komunis China Pada Muslim Uyhgur

Kami berharap kepada Disperindag kabupaten Kampar dan satpol PP kemudian dari pihak keamanan Polsek Tambang dan Polres Kampar, serta pihak Pertamina untuk menertibkan para pelaku usaha gas Ilegal tersebut, ujar warga sekitar dan warga berharap kepada Kapolres Kampar dan Kapolda Riau Agar di proses hukum, sekali lagi kami ucapkan kepada bapak Kapolres Kampar terimakasih semoga Merespon suara rakyat, dengan cara melalui pesan Media online ini tutur salah satu masyarakat Kualu Kubang Raya kepada awak Media.

Advertisement
BAGIKAN