Kepala Kantor Kementerian ATR/BPN Kota Makassar Diduga Abaikan Putusan MA Nomor 377/Pdt/2008

19

SULSELBERITA.COM. Makassar – Terkait dengan Putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI) dengan Nomor 377/Pdt/2008 yang diduga diabaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Makassar, Forum Rakyat Bersatu (FRB) Sulsel bersama Aliansi Mahasiswa kembali mendatangi dan berunjuk rasa di depan Kantor Kementerian ATR/BPN Kota Makassar yang terletak di Jalan Pettarani Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Kamis (1/4/2021) menuntut Keadilan untuk Pengurusan 4 Sertipikat atas nama Sianny yang telah didaftarkan pada Tahun 2015 lalu.

Kordinator Lapangan yang juga Ketua Forum Rakyat Bersatu Sulsel, Hendra Syam, ST mengatakan, dengan adanya Keputusan dari Mahkamah Agung RI, Kepala Kantor Kementerian ATR/BPN Kota Makassar seolah-olah tidak mengindahkan Keputusan itu dan sengaja menahan Permohonan 4 Sertipikat yang telah kami daftarkan atas nama Nyonya Sianny padahal ini sudah nyata-nyata berdasarkan Keputusan dari MA tersebut, ada apa? “tanya Hendra.

Baca Juga  DANDIM TAKALAR GELAR APEL KESIAPAN MENTAL PASUKAN DALAM RANGKA OPERASI PENANGANAN COVID-1

Hendra menambahkan, seharusnya dengan adanaya Penegasan dari Kementerian Pusat Agraria untuk melaksanakan 4 Permohonan Sertipikat atas nama Nyonya Sianny sudah seharusnya diabuatkan karena sudah dilaksanakan Gelar Perkara di Direktorat Jenderal (Dirjen) sengketa yang diutus ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian ATR/BPN Sulsel dengan memerintahkan ke Kantor Kementerian ATR/BPN Kota Makassar, namun lagi-lagi tidak diindahkan, “jelas Hendra.

Advertisement

Kami berharap, lanjut Hendra, agar Kepala Kantor Kementerian ATR/BPN Kota Makassar dapat membuka hati nuraninya untuk melaksanakan 4 Permohonan Sertipikat kami yang telah kami daftarkan tersebut serta mengenai gambar Peta lokasi yang membuat benang kusut itu harus dilaporkan dan diusut tuntas permasalahan ini agar dikemudian hari tidak ada lagi yang berbuat demikian dan berani melawan Hukum, “kuncinya.(*)

Baca Juga  Kapolres Gowa Tegaskan Polisi Netral Dalam Mengawal Pemilu 2019
Advertisement
BAGIKAN