Tragis…Olivia Seftiani Liong Dibunuh, Kakak Malah Dihukum 6 Bulan Penjara

147

SULSELBERITA.COM. Gowa - Bebasnya Terduga Pelaku Pembunuhan dari tuntutan JPU berujung keluarga Korban dipidana.

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi akan menelusuri pembunuhan sadis Olivia Seftiani Liong yang terjadi pada tanggal 19 April 2015 sekitar pukul 10.50 wita dalam kamarnya di jalan Batara kota Palopo.

Kasus pembunuhan sadis ini diketahui karena kakak kandung korban datang dikantor DPP Lsm Gempa Indonesia tanggal 29 Maret 2021 meminta perlindungan hukum atas kematian adiknya dan dipidananya kakak korban karena sebab akibat kematian adiknya Olivia Seftiani Liong dan Ketua DPP LSM GEMPA INDONESIA akan melaporkan kasus ini kepolda secepatnya.

Advertisement

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia menerangkan kepada awak media saat ditemui disalah satu warkop di Makassar,bahwa kedatangan keluarga korban ke kantor DPP LSM GEMPA INDONESIA karena terduga pelaku Pembunuhan terhadap adiknya (Olivia Seftiani Liang yang berinisial ST bebas dari tuntutan jaksa penuntut umum oleh pihak kejaksaan Negeri Palopo sampai ke tingkat kasasi Mahkamah Agung sehingga keluarga korban dapat dilaporkan oleh terduga pelaku pada polda Sulawesi Selatan tahun 2020 dengan laporan pencemaran nama baik dan melanggar Undang undang ITE,karena keluarga korban pernah memposting di facebook terkait pembunuhan adeknya pada saat terduga tertangkap oleh pihak polres Palopo .

Baca Juga  Unjuk Rasa di Depan Mapolda Sulsel, KAM Serahkan Hasil Temuan Kasus PUGAR Takalar

Lanjut Kr.tinggi,bahwa hasil interogasi kepada kakak kandung Gadis Liong,bahwa terduga pelaku sempat membuat polisi polres Palopo kalang kabut karena terduga pernah tidak ada di Indonesia sehingga polisi polres Palopo mengalami keterlambatan memproses kasus pembunuhan tersebut, 4 tahun kemudian baru polres Palopo berhasil menangkap pelaku.

Menurut Kr Tinggi,terduga pelaku Pembunuhan terhadap Olivia gadis cantik itu bebas karena barang bukti berupa badik yang sempat disita oleh penyidik polres Palopo yang diduga kuat digunakan melakukan pembunuhan oleh pelaku hilang di penyidik.

Dikatakan Kr Tinggi,karena terduga dapat bebas dari tuntutan jaksa maka Polres Palopo harus melakukan penyelidikan dan penyidikan kembali terhadap kematian Liong tersebut untuk mengungkap pelaku Pembunuhan tersebut.

Lanjut Amiruddin,keluarga Olivia Seftiani Liong, adiknya dibunuh dilaporkan lagi dipolda Sul Sel sebagai pelaku pencemaran nama baik dan dituduh hoax oleh terduga pelaku yang sempat ditahan 8 bulan oleh pihak polres Palopo, Kejaksaan Negeri Palopo dan pengadilan Negeri Palopo, maka keluar korban sudah jatuh ketimpa tangga lagi.

Baca Juga  Barisan Sat Pol PP Cantik "Pendingin" Massa Unjuk Rasa

Ditambahkan Amiruddin Sh.Kr Tinggi,bahwa karena terduga pelaku pembunuh terhadap Olivia Seftiani Liong tidak terbukti seharusnya menuntut Polisi dan Jaksa Penuntut umum bukan menuntut pihak korban,menurut Amiruddin,kalau keluarga korban posting atas pembunuhan adiknya itu sangat wajar, seharusnya pihak terduga pelaku pembunuh melapor balik pihak korban,tapi seharusnya menggugat balik yang kepada penyidik karena tidak dapat membuktikan apa yang disangkakan dan apa yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum untuk mengembalikan nama baiknya bukan melapor pihak korban.

Menurut Amiruddin.SH Kr.Tinggi laporan pencemaran nama baik dan hoax kaka korban dijatuhi hukuman oleh pengadilan Negeri Makassar dengan hukuman penjara 6 bulan denda 10 juta rupiah aneh katanya.

Menurut Amiruddin lagi, bahwa kasus ini harus diungkap dan dibongkar kembali ada apa gerangan sehingga barang bukti bisa hilang, dan kasus ini sangat historis karena hak asasi manusia terabaikan tutupnya.

Baca Juga  Wasekjend PB HMI Apresiasi Penanganan Unras Polres Baubau
Advertisement
BAGIKAN