Puluhan Massa GAM Datangi Mapolda Sulsel, Aparat Minta Massa Jangan Berorasi

476

SULSELBERITA.COM. Makassar, — Aksi protes (Jilid VII) kembali di lakukan oleh Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) di Mapolda Sul-Sel yang diduga mangkir sejak tahun 2019 hingga saat ini belum ada kepastian hukum.

Aksi yang bertepatan dengan kunjungan Kapolri di kantor Polda Sulawesi Selatan (Sul-Sel) Kota Makassar terkait kasus Bomdir di makassar sempat membuat suasana sedikit memanas dengan peserta aksi, Senin (29/03/21) kemarin sore.

Puluhan Aparat kepolisian berusaha menahan massa aksi dan memohon untuk tidak menyampaikan orasi.

Advertisement

“Tahan dulu dek, Tahan yaa, ada Kapolri di dalam masalahnya, jangan orasi dulu yaa saya minta tolong dek, kita bicarakan saja baik-baik dek”, Ucapnya.

Di tempat yang sama, Muhammad Ilyas Sebagai Panglima Besar Gerakan Aktivis Mahasiswa (Pangbes GAM) Menyampaikan dengan tegas rasa kekecewaannya terhadap penyidik kasus pembunuhan Alm. sugianto di bantaeng yang di tangani Dirkrimum Polda Sel sel.

Baca Juga  Kasus IRT Lempar Pabrik Rokok, Polri: Sudah Dimediasi 9 Kali Tapi Gagal

“Kami datang baik-baik, saya tidak ada urusan dengan kapolri, Saya hanya ingin ketemu dengan penyidiknya di dalam, Kami muak di PHP terus sama mereka”, Tegas Ilyas.

Kata Ilyas, minggu lalu waktu kami aksi, kami di janji lagi bahwa akan di limpahkan berkasnya segera ke Kejati Sul-Sel dalam waktu lima hari, setelah seminggu kemudian kami tunggu kabarnya malah tidak ada kejelasan, Chat Waa saya pun tidak di balas”, Geramnya.

Setelah terjadi adu mulut yang cukup lama, Massa aksi kemudian mengiakan permintaan aparat kepolisian untuk di pertemukan dengan Wasidik di ruangan Dirkrimum Polda SulSel untuk melakukan Audiensi.

Kabag Wassidik AKBP Burhan Sakra, S.H. M.H menyampaikan bahwa berkas perkaranya tinggal menunggu disposisi pimpinan.

Baca Juga  Artis dan Pekerja Hiburan/Pariwisata Demo Tolak PSBB, Minta DPRD Gunakan Hak Angket Kepada Gubernur DKI Jakarta

“Berkas perkaranya dek sudah ada di pimpinan, tinggal menunggu disposisi pimpinan untuk di limpahkan ke kejati”, Ujar Kabag Wassidik.

Setelah mendengar jawaban dari Kabag Wassidik Dirkrimum Polda Sul-Sel, Perwakilan GAM juga mengirim surat ke Kapolda Sul-Sel dan Direktorat Profesi dan Pengamanan (Dirpropam) Polda Sul-Sel sebagai bentuk pengaduan/laporan atas lambatnya pelimpahan berkas perkara dari Polda Sul-Sel ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sul-Sel.

Muh. Ilyas (Pangbes GAM) kemudian menginstruksikan massa aksi untuk pulang dan melakukan rapat evaluasi gerakan.

“Massa aksi mari kita bergeser untuk rapat evaluasi, Minggu depan apabila belum ada kejelasan maka kita akan kembali unjuk rasa di kantor ini”, Tutup Ilyas.(**)

Advertisement
BAGIKAN