Ketua Eksekutif Wilayah LMND Sulawesi Selatan Menolak Kedatangan Presiden RI di Sulawesi Selatan, Ini Alasannya

34

SULSELBERITA.COM. Makassar, -- Rencana kedatangan Presiden RI di Provinsi Sulawesi Selatan yang dijadwalkan akan datang pada tanggal 18 Maret 2021, ternyata banyak menuai penolokan dari unsur gerakan mahasiswa, salah satunya dari Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Selatan (EW LMND Sul-Sel).

Hal ini dikemukakan langsungsung Ketua EW LMND Sul-Sel, M Ikra Hi Mustafa, kepada media, Selasa, 16/03/2020.

Menurutnya, kedatangan Presiden di Provinsi Sulawesi Selatan tidak membawa kepentingan rakyat, tapi mala membawa kepentingan korporasi.

Advertisement

"Kami menolak kedatangan Presiden Jokowi karena kami menilai, kedatangan Jokowi tidak ada kepentingan apapun, tapi kami melihat kedatangan Presiden di Provinsi Sulawesi Selatan tidak membawa kepentingan rakyat, tapi malah membawa kepentingan korporasi, yaitu dengan meresmikan Mega Proyek Jalan TOL Layang yang di nilai sebagai akses distrubusi modal, bukan sebagai akses masyarakat pada umumnya, hanya orang berduit sja yang bisa melewati/ merasakannya," ungkap M Ikra Hi Mustafa

Baca Juga  Ketua PWI Takalar Kecam Penganiayaan Anak di Bawah Umur yang di Duga Libatkan Oknum Wartawan Online

Padahal, peresmian Jalan TOL Layang tidak terlalu Urgensi, ada yang lebih urgensi, seperti penangan pandemik dan vaksinasi.
Jadi, peresmian Tol jangan dijadikan sebagaj ajang pencitraan, karena bahkan jaman penjajahan Belanda pun jalan sudah di bangun, contohnya jalan Tol Anyar - Panarukan, pungkas ketua EW LMND Sul-Sul itu.

Selain menyinggung tentang peresmian jalan Tol Layang, ketua EW LMND Sul-Sul itu juga mengkritik berbagai produk hukum yang lahir di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

"Kalau kita lihat di masa kepemimpinan Presiden Jokowi dari Periode pertama sampai sekarang, banyak melahirkan Produk Hukum/Aturan yang bertentangan dengan kepentingan Rakyat, kita sebut saja UU No 11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja, satu produk aturan yang jelas bertentang dengan prinsip kemanusiaan." Jelasnya.

Baca Juga  Gugatan Pembagian Warisan Diduga Ada Rekayasa oleh Kuasa Penggugat??

Selain itu, M Ikra Hi Mustafa juga mengingatkan tentang janji Politik orang nomor satu di Republik Indonesia tersebut.

"Banyak janji kampanye yang tidak terealisasi ( Nawa cita dan Trisakti ) sampai sekarang, malahan berkontradiksi dengan apa yang di kampanyekan waktu mencalonkan, apa lagi akhir-akhir inj kita di hebohkan dengan inisiatif Pemerintah untuk mengimpor beras di tengah-tengah petani mau panen." Sebutnya.

Untuk itu Kami secara tegas menolak kedatangan Presiden Jokowi di Provinsi Sulawesi Selatan sebelum beliau mencabut UU yang tidak pro Rakyat, penolakan ini akan kami tunjukkan dengan menggalang kekuatan di Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan Aksi Penolakan Presiden ke Provinsi Sulawesi Selatan, serta akan menginstrukrsi LMND se-Sulawesi Selatan ( Makassar, Palopo, Gowa, Pare-Pare, Sinjai dan Tana Toraja ), untuk melakukan aksi serentak di daerah masing-masing sebagai bentuk penolokan serta kekecewaan terhadap Presiden Jokowi, tegas M Ikra Hi Mustafa.

Baca Juga  Polres Takalar Di Minta Segera Tangkap Pelaku Pembacokan Mahasiswa UIN

M Ikra Hi Mustafa mengingatkan, ada banyak yg harus diselesaikan Presiden selain agenda formalitas, seperti penyelesaian pandemi, fokus penyelesaian vaksin nusantara karena vaksin yang sudah diimpor akan ekspayer, serta yang terpenting ialah penegakkan demokrasi.

Diketahui, selain LMND Sul-Sul, penolakan atas rencana kunjungan kerja Presiden Jokowi juga sempat mendapatkan penolakan dari Simpul Pergerakam Mahasiswa dan Pemuda (SPMP) Makassar. (WS)

Advertisement
BAGIKAN