JOKOWI AKAN TINDAK PEJABAT NEGARA KALAU TIDAK LAKUKAN PENCEGAHAN KARHUTLA DI WILAYAH RAWAN TITIK API

15

SULSELBERITA.COM. PEKANBARU, – Ir. H. JOKOWI DODO, PERSIDEN ke – VI RI,ajak para kalangan pejabat publik untuk memperhatikan titik rawan api, melalui video conve hari ini Senin 22 February 2021 sekitar pukul.13;56 wib.Pagi, ini saya juga masih ingat pada tahun 2015 waktu lalu, saya ke pulau pisau itu ada di Kalimantan tengah Saya turun di Kalimantan Selatan di Banjarmasin lewat darat berapa samapai 4 jam.” Hal seperti ini jangan sampai kejadian lagi.

Dan tadi bawa provinsi Riau menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan tegas Jokowi dalam pidatonya melalui video conve yang di hadiri oleh Ansori dari awak media online pekanbaru Riau.pada saat itu bertepatan di kantor walikota Pekanbaru di ruang khusus.jalan badak kecamatan tenayan raya kota Pekanbaru.

ini bagus nya bersiap-siap sampai nanti administrasinya payung hukumnya belum siap sudah ada kebakaran hutan lagi. kebakarannya membesar mau melakukan sesuatu nggak ada payung hukumnya, dan didahului, dulu sebelum.karena termasuk untuk kebakaran hutan / karhutla kebakaran hutan ini dari pengalaman yang lalu angka nya lebih tinggi di bandingkan provinsi-provinsi., yang lain pada bulan Februari ini pulau Sumatera berpotensi terjadi.” karena di wilayah Sumatera sudah mulai memasuki musim kemarau titik panas jelas Jokowi dalam pidatonya di video conve tersebut.

Baca Juga  Wakapolres Maros: Terima Kasih untuk Perangkat Desa dan Masyarakat yang Telah Membantu Program "Balla Rewako" di Tanralili
Advertisement

Panasnya tidak ada tinggi pada bulan Mei hingga Juli sebagian Kalimantan dan Sulawesi juga berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan puncaknya di bulan Agustus dan September lagi tanggal tahun puncaknya kapan. jika persiapannya apa dimulai dari tekanan planning yang disiapkan organisasinya dicek betul dan bekerja atau tidak pada saat nantinya panas kita sudah siap semuanya kan lagi beberapa hal yang harus dilakukan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di sampaikan oleh presiden republik Indonesia Jokowi,Pada video conve hari ini Senin pukul : 13 ;56 wib. (22/02/2021)

Saya ulangi sekali lagi yang pertama prioritaskan upaya pencegahan-pencegahan harus diprioritaskan jangan terlambat di negara besar pun ada kejadian ada semuanya sampai ada kuota yang ikut terbakar,seperti ini harus kita jadikan pelajaran sekaki.
prioritaskan pencegahan jangan terlambat.”kalo terlambat kita dengan water bombing sebanyak apapun pengalaman kita sudah terlanjur sulit boleh keluar kecil, api’ tapi segera di Padamkan segera lakukan pencegahan diprioritaskan manajemen lapangan harus terkonsolidasi dan terorganisasi artinya di desa itu kalau ada api kecil itu sudah harus memberitahukan segera bisa tertangani

Baca Juga  Tolak Kenaikan Harga BBM, OPM di Makassar Sandera Mobil Truck

Di depan bukan sudah terlanjur besar baru ketahuan sulit memadamkan semua gerakan untuk melakukan deteksi dini monitoring di area yang rawan hotspot rawan gimana sih.”yang harus diwaspadai dan aktif informasi setiap hari sehingga kondisi harian di lapangan terpantau harian kondisi di lapangan terpantau setiap hari manfaatkan teknologi untuk monitoring ini.dan pengawasan dengan sistem dashboard serta hati-hati begitu kebakaran luas itu kerugian tidak hanya.” juta atau miliar saya pastikan larinya pasti angka triliun hati-hati belum kerusakan ekologi ekosistem tutup orang nomor 1 satu di Indonesia tersebut.

Selain itu orang nomor satu di Indonesia itu juga mengatakan kalo ada pejabat atau dari instansi manapun tidak melakukan pencegahan dan tindakan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan maka saya akan tidak langsung sangsinya di copot dari jabatan nya. Tutup orang nomor satu Tersebut.

Baca Juga  Kapolsek Tellulimpoe Door To Door Menyalurkan Bantuan Beras Dari Mabes Polri

Penulis : ANSORI

Advertisement
BAGIKAN