Terkait Pernyataan “Tendensiusnya”, Ditanya Soal Data, Ketua DPRD Takalar Malah Tak Bisa Jawab

283

SULSELBERITA.COM. Takalar - Sebuah pernyataan yang diduga "Sangat tendensius" dikeluarkan oleh oknum Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya di salah satu media Online, membuat banyak media penasaran. Selasa (12/1/2021).

Dalam pernyataannya tersebut, Politisi Faraksi PKS ini meminta agar pihak Polda turun tangan melakukan pengusutan atas dugaan Korupsi penyaluran BPNT di Takalar.

Pernyataan ini tentunya sangat mengejutkan, karena dikeluarkan oleh seorang pejabat tinggi di Kab.Takalar.

Advertisement

Atas pernyataan yang dikeluarkannya tersebut, beberapa awak mediapum termasuk Sulselberita.com, berusaha melakukan konfirmasi, awak media ini pun menyambangi ketua DPRD Takalar tersebut keruangannya, namun yang bersangkutan tidak ada di kantor.

Awak media ini pun melakukan konfirmasi melalui chat WA, yang menanyakan data apa yang dimiliki sehingga dirinya meminta Pihak Polda turun tangan, namun sayangnya, konfirmasi yang dikirimkan hanya dibaca saja, dan tidak mampu dijawab.

Baca Juga  Terkait Issu Dua Siswanya di Keluarkan dari Sekolah, Begini Klarifikasi Kepsek MTs Darusshafaa Sinjai Barat

Pendamping BPNT Sainuddin yang diklarifikasi terkait pernyataan Ketua DPRD Takalar tersebut, sangat menyayangkannya, karena dirinya mengaku tidak pernah di hubungi dan diklarifikasi langsung oleh yang bersangkutan.

"Seharusnya pak ketua DPRD Takalar sebelum mengeluarkan pernyataan seperti itu, harus mencari tahu dulu kebenarannya, bukan langsung mengeluarkan pernyataan, minimal beliau terlebih dahulu menkroscek informasi yang beliau peroleh" Ujar Sainuddin, Selasa (12/1/2021).

Dilain pihak, Ketua LSM Barapi Dirman Dangker yang diminta tanggapannya atas pernyataan ketua DPRD Takalar tersebut, juga sangat menyayangkan.

"Tidak ada yang salah sebenarnya ketika seseorang mengeluarkan pendapat dan statmen, tetapi pernyataan tersebut harus bisa dipertanggung jawabkan, karena semua harus disertai data, jika dikatakan adanya dugaan korupsi, ketua DPRD harus bisa menguraikan dari segi mananya? Berapa yang dikorupsi, bagaimana modus yang dilakukan". Kecam Dangker. Selasa, (12/1/2021).

Baca Juga  Kapok...Berkas Tersangka Pengeroyokan Wartawan Online di Pekanbaru Sudah P21

Lanjut dikatakan, "Diberita saya baca, tidak ada sama sekali disebutkan bagaimana dugaan korupsi tersebut dilakukan, apanya yang dikorupsi, modusnya bagaimana, hanya sebatas pernyataan tanpa data, kan sangat disayangkan kalau sekelas ketua DPRD Mengeluarkan pernyataan tanpa data dan tanpa bukti". Tutup Danker

Advertisement
BAGIKAN