Gembong Spesial Jambret Bermotor di Pekanbaru, Berhasil di Ringkus Tim Pemburu Polsek Tampan

26

SULSELBERITA.COM. Pekanbaru - Kompol Ambarita.S.H,M.H., di Damping oleh kanit, Reskrim Noki.,S.H.,M.H., Kapolsek tampan, menjelaskan ketika melakukan kompresi press rilis di Polsek tampan hari ini Selasa, 24 November 2020.

Kapolsek Ambarita memberikan penangkapan kedua saudara pelaku di amankan salah satu tempat cucian kendaraan , kita amakan pada subuh hari sekira pukul 3:00 wib pagi itu.

Kita melakukan pengembangan kembali kita, lakukan pengembalian kita temukanlah, hanya sebagai yang membawa ini kedua pelaku telah berbagi peran nya masing-masing merupakan pemetik yang dibonceng yang untuk merampas / pemetik barang, milik para korban nya. Inisial R"sedangkan saudara MZ dari salah satu pelaku."sebagai pengendara/pilot sebagai pengendali ruas jalan yang sudah di pahami nya ,

Advertisement

Akibat dari hasil pengembangan interogasi oleh anggota penyik atau Tim sergap/ Buser Polsek tampan dan pedalaman kita bahwa. telah kita temukan saudara ini.merupakan spesialis kegiatan jambret ini. karena berasal dari pengakuannya dia sudah melakukan aksinya sebanyak 24 kali .

"Sedangkan saudara Reka nya ini sudah melaksanakan aksinya sebanyak 3 kali itu menurut pengakuannya dari masing-masing tersangka tegas Kapolsek tambang.
Akibat dari ulah perbuatan kedua pelaku mendekam di juruji besi Polsek tampan untuk di lakukan penyelidikan lebih lanjut, menurut Ambarita selaku Kapolsek tampan tersangka terjerat dalam pasal 365 KUHP, ayat 4 di Diancam dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, terhadap orang dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian, atau dalam hal tertangkap tangan, untuk memungkinkan melarikan diri sendiri atau peserta lainnya, atau untuk tetap menguasai barang orang lain dengan cara mencuri Dengan cara menggunakan tenaga kekerasan terhadap korban.

Baca Juga  Kepala Bappeda Takalar di Duga Terlibat Skandal Penyelewengan Uang Negara 3,9 Miliar

Menurut dalam pengakuannya mereka secara bersama-sama baru satu kali ini tertangkap sedang kan, aksi yang sudah mereka lakukan berbeda-beda TKP atau lokasi tempat para pelaku melakukan aksi nya, namun yang sering kali di lakukan oleh kedua pelaku ini, di wilayah hukum Polsek tampan ucapkan Kompol Ambarita.

mereka melaksanakan aksinya secara bersama-sama di wilayah hukum masing-masing Polsek ,namun yang lebih bayak mereka melakukan aksi nya,di wilayah hukum Polsek tampan .

Untuk kedua tersangka ini akan kita dalami lagi."kita telusuri beraneka ragam menurut pengakuaan dari kedua kebanyakan dilaksanakan di daerah wilayah hukum Polsek tampan." dan ada juga, bermain di Kubang Raya ada juga dia bermain di jalan Hr.soebrantas,serta di jalan bangau sakti, seterusnya di jalan Purwodadi,dan sebagainya.

Baca Juga  Kartu KIS di Desa Pangnyangkalang Tak Terbagi Ke Warga, di Duga Karena Dikuasai Oknum Pengurus Partai

saudara yang dibonceng ketika dia melakukan aksi nya bermacam-macam cara , ada yang korban nya sedang menggunakan handphone nya di atas sepeda motor dan ada juga tas yang di selempang tangan korban, bahkan ada juga tas yang sedang di gantungan di sepeda motor tersebut.ucap Ambarita.

Gembong dari pada kedua pelaku ini sangat profesional untuk melakukan aksi mereka, seperti hasil kejahatan mereka lakukan langsung mereka jual kepada penadah nya, yang masih dalam pengejaran anggota Buser Polsek tampan . handphone hasil rampasan dari para kedua pelaku ini." sudah kita amankan dan hasil kejahatan mereka di tempat lain kalo menurut pengakuan mereka langsung mereka jual sama orang yang sudah, mereka ketahui ada penadah. Handphone -handphone dari hasil kejahatan yang mereka miliki tersebut langsung cepat-cepat mereka jual kepada oknum penadah nya .

Baca Juga  Tim Sergap Polsek Kampar Kiri Hilir Berhasil Ringkus Pelaku Pengeroyokan Wartawan

Jadi handphone hasil kejahatan kedua tersangka tersebut ketika Itu dia langsung matikan, dia juga langsung jual kepada penadah nya yang masih dalam pengejaran kita akan kita kenakan pasal 480 KUHP sedang dalam proses pengejaran kita ketika kita mendatangi kediamannya."yang bersangkutan sudah tidak ditemukan lagi, namun handphone ini korban ini dikembalikan oleh istrinya kepada korban karena korban kenal saling kenal dengan dengan keluarga dari pada penampung ini jadi dikembalikan setelah kita ketahui itu kita koreksi dengan korban."dan korban tidak mengembalikan kepada penyidik untuk dalam proses kedua tersangka adalah alumni SD terang dari tersangka .

Penulis : Tim investigasi Ansori. Press rilis

Advertisement
BAGIKAN