Wartawan Korban Pengeroyokan di Pekanbaru Riau Mengaku Diancam akan Dipenjarakan oleh Oknum Polisi kalau Salah Lapor

97

SULSELBERITA.COM. Pekanbaru -Selasa 17 November 2020 Seorang oknum aparat kepolisian bertugas selaku kasubag humas polres Kampar .
Lakukan perbuatan tidak menyenangkan serta nada keras dan mengancam akan masukan wartawan ke penjara, "karena korban inisial Ansori, menaya,kan terkait berita yang di karang oleh kasubag humas polres Kampar inisial DN tersebut."tentang pemberita yang dia buat inisial DN, bayak yang tidak sesuai dengan pakta,kejadian seperti mengatakan korban ngotot pada saat itu, padahal pada saat itu, korban haya menayaka kenapa dibukak, sepedometer / dispenser pompa bensin nya pak..?, ucap korban selaku wartawan, mengataka kepada operator SPBU,14-284-610-7 tersebut.

Yang beralamat desa simalinyang km 30 Kampar kiri hilir, dan seperti jari kelingking tangan korban yang mengakibatkan sakit' karena akibat tidak pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum-oknum mafia pelangsir BBM bersubsidi sejenis premium,bukan lah jari, kelingking korban sebelah kanan." tapi jari kelingking sebelah kiri korban yang sebenarnya., ucap korban Ansori."maka dari pemberitaan yang di buat oleh beberapa media online khususnya ulasfakta.com dan borgolnews.com tersebut tidak sesuai dengan fakta kejadian atau impormasi yang sebenarnya apa yang sudah DN, tulis rilis dan di sebarluaskan hanya untuk bermaksud agar nama korban Ansori di ketahui oleh banyak orang bahwa korban Ansori di keroyok sehingga mengakibatkan bayak publikasi tau kalo Ansori di keroyok orang bukan haya menjatuhkan nama korban di sesama media yang satu profesi nya, saja namu sampai ke publik akibat dari itu korban merasa dirinya dirugikan dan di duga kasubag Humas polres Kampar bermaksud sedemikian seperti uraian yang di atas bukan untuk membuat berita yang berimbang dan aktual ucap korban Ansori melainkan untuk mempermalukan korban di muka umum awak media lainnya tegas korban .

Baca Juga  Jamin Keamanan,Polres Gowa Kerahkan 408 Personil Amankan Event Beautiful Malino 2019

Oleh karena itu kepada media yang stembay khususnya di polres Kampar tersebut." tidak sesuai fakta kejadian melainkan opini untuk merugikan dan menjelekan nama baik'korban Ansori , serta membuat malu korban Ansori,karena nama korban sengaja di buat terang me nerang oleh penulis inisial DN, yang berprofesi sebagai seorang instansi kepolisian ucap Ansori.

Seharusnya selaku polisi bertugas sebagai kasubag humas dari instansi kepolisian tidak boleh membuat dan menulis berita sendiri." melainkan memberikan sumber kepada jurnalis, atau wartawan yang berhak untuk menulis berita."bukan seorang polisi, itu tidak dibenarkan / tidak boleh menulis berita melainkan haya memberikan sumber informasi apa lagi membuat karang berita ucap Ansori.

Karena walaupun bagaimana mereka adalah seorang penegak hukum." polri tugas nya, untuk menjaga keamanan publik dan mengayomi masyarakat dan pasal 35 ayat 1 kepolisian di ikat oleh kode etik profesi kepolisian hal ini sesuai dengan kode etik profesi polri merujuk pada pasal 13 pasal 14 dan pasal 16 huruf A. aparat kepolisian harus mengayomi masyarakat dan melindungi masyarakat, serta melayani laporan masyarakat, dan melakukan pemeriksaan serta, pengeledahan dan penangkapan bukan untuk menakut-nakuti atau mengancam masyarakat

Baca Juga  FAHHAM-Sultra Desak Kejati Segera Menahan Wakil Bupati Butur, Terkait Kasus Asusila Pencabulan Anak Dibawah Umur.

Serta kepolisian tidak di benarkan untuk mengambil alih,kenerja dari pada tugas-tugas seorang jurnalistik dan wartawan atau pers.namu hanya bisa memberikan sumber berita dalam bentuk impormasi dari instansi Kepolisian Republik Indonesia tersebut.unjar Ansori.

Dan Dn, juga pernah mengaku kepada Ansori mempunyai media online ulasfakta .com ketika pada saat itu lebih kurang setahun yang lalu Ansori silaturahmi dengan kasubag Humas polres Kampar tersebut, namu setelah di konfirmasi ulang inisial DN oleh korban Ansori.pada hari Selasa 17 November 2020 kemarin,Dn tidak mengakui nya, mempunyai media, melainkan media ulasfakta adalah milik anak nya .ucap DN kepada Ansori.

Pemberitaan yang di tulis oleh kasubag humas polres Kampar tersebut." bayak yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya di lapangan . Pertama , Ansori adalah seorang wartawan profisional dan sangat teliti dalam pekerjaan nya, sehari-hari, serta mematuhi kode etik profesi jurnalis dan sangat independen terhadap pemberitaan terkait kegiatan para instansi mana pun.

Tidak pandang bulu kalo, impormasi yang di berikan masyarakat sesuai kebenaran nya dalam arti kode etik profesi jurnalis 5W+1H dan 6M , maka inisial Ansori selama ini tidak pernah Takut, kepada instansi manapun demi memperjuangkan hak nya sebagai mana, mestinya tugas Ansori, yang berprofesi sebagai seorang wartawan terbuka kepada seluruh kalangan masyarakat /publik untuk menyampaikan aspirasi dan demokrasi masyarakat."baikpun impormasi dari para instansi negara dan pemerintah daerah.ucap Ansori kepada awak media.

Baca Juga  Seorang IRT di Gowa Tewas Terpanggang di Rumahnya yang Terbakar

Ansori, adalah korban yang diduga sengaja di pancing untuk melakukan kesalahan terhadap orang yang membuat berita opini yang,di sebar,luaskan oleh kasubag humas polres Kampar ."inisial IPTU DN tersebut,juga sempat mengancam korban Ansori melalui via ponsel nya,+62 812-7516-XXX. Selasa 17 November 2020 sekitar pukul.08:27 wib, dengan nada, tinggi mengatakan kalo, kamu gak senang laporan opini nya, tapi kalo salah lapor, saya akan penjarakan kamu ucap DN, sambil mengangkat sudah konfirmasi dengan Kapolsek jadi tidak perlu lagi saya konfirmasi dengan mu ucap nya kepada korban inisial Ansori,

Maka dari itu kami berharap kepada rekan media yang sudah membuat berita tersebut mohon di telusuri kebenaran nya, jangan asal membuat berita kita jurnalistik ini harus profesional dan independen terhadap hasil karya tulis jurnalistik kepada para pembaca yang Budiman khususnya publik. Tutup Ansori.

(Tim investigasi)

Advertisement
BAGIKAN