Perjuangan Kadis Pertanian Tak Sia sia, Takalar Dapat Kuota Tambahan Pupuk Urea Bersubsidi 5 Kali Lipat

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Pupuk urea bersubsidi pemerintah yang sempat menuai persoalan dikalangan petani karena stok habis beberapa bulan lalu akhirnya kini terpenuhi kembali untuk kebutuhan petani di Takalar.

Kali ini, kuota tambahan pupuk urea bersubsidi pemerintah lima kali lipat lebih banyak dari jumlah kekurangan kuota sebelumnya.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Dari kebutuhan tambahan kuota pupuk di Takalar yang hanya 2.612 ton, kini mendapat tambahan sebanyak 14.658 ton pupuk urea bersubsidi.

Jumlah ini dipastikan mampu memenuhi pemakaian petani menjelang masa tanam pada musim hujan yang akan datang.

“Ini bertepatan dengan momentum para petani kita sedang melaksanakan musyawarah appalili disemua desa untuk menentukan masa tanam rendengan(masa tanam musim hujan). Penambahan kuota subsidi urea lima kali lipat dari tahun sebelumnya jadi dipastikan stock pupuk subsidi urea melimpah,” papar kepala Dinas Pertanian Takalar H. Hasbi, S.STP, M.AP.

Tambahan kuota pupuk ini sekaligus menjawab surat permintaan tambahan kuota oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Takalar ke Kementrian Pertanian beberapa waktu yang lalu.

Dengan terjaminnya kebutuhan pupuk urea bersubsidi dikalangan petani, Kadis Pertanian menjamin harga pupuk dipasaran stabil. Dan meminta masyarakat agar melaporkan jika
ada oknum pengecer yang memainkan harga.

“Ini hasil dari surat permintaan penambahan kuota beberapa waktu lalu sudah terjawab. Kalau ada pengecer menaikkan harga hingga tidak normal segera laporkan,” pungkas H. Hasbi.

Pos terkait