Opini: Anggota DPRD Takalar Hendaknya Banyak Beristigfar

264

SULSELBERITA.COM. Takalar – Paripurna interpelasi yang dikritisi penuh dengan rekayasa yang berlangsung pada hari Jumat, 2 Oktober 2020 yang diikuti dengan penetapan Hak Angket mengundang antipati dari berbagai kalangan, apalagi sehari sebelum paripurna interpelasi telah bocor ke publik draft persetujuan hak angket. Bocornya skenario DPRD Takalar ini membuat semua pihak meyakini bahwa lembaga terhormat itu tidak akan objektif dalam menilai jawaban Bupati Takalar.

“Kalau sudah begitu skenarionya maka apapun jawaban Bupati akan salah, bahkan Andai malaikat pun yang datang untuk menjawab hak interpelasi pasti jawabannya akan dinilai salah” ujar Ust Drs. Abdul Rasyid, yang juga pendiri BKPRMI Takalar.

Lebih lanjut ketua Yayasan Perguruan Islam Galesong ini heran melihat sikap DPRD yang telah diduga melanggar tatib sendiri karena telah menetapkan secara terburu buru Hak angket, padahal tidak sesuai prosedur dan mekanisme yang diatur dalam Tatib DPRD Takalar dan PP No 12 tahun 2018 tentang pedoman penyusunan tata tertib DPRD.

Baca Juga  Ciptakan Lingkungan Sehat, Bhabinkamtibmas Banyuanyara Polsek Mapsu Polres Takalar, Bersihkan Pekarangan Balla Ewako
Advertisement

Tokoh agama ini berharap anggota DPRD Takalar banyak beristigfar. Apalagi dengan etika dan gaya komunikasi publik yang dipertontonkan dalam rapat paripurna yang jauh dari kedudukannya sebagai pejabat terhormat.

“jangankan pimpinan dewan, anggota dewan biasa pun harusnya menjadi teladan dalam tutur kata dan perbuatan”harap Ustad Drs. Ahmad Rasyid.

Advertisement
BAGIKAN