Hasil Audit BPKP Tahun 2019, PDAM Takalar Naik Grade dan Raih Predikat Perusahaan Sehat

450

SULSELBERITA.COM. Takalar – Tim BPKP yang turun melakukan audit kinerja Tahun 2019, dengan memberikan penilaian berdasarkan Indikator kinerja BPPSPAM ( Badan Peningkatan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum) dengan hasil predikat sehat dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2018) dengan status predikat kurang sehat.

Atas kerja keras pihak managemen, akhirnya penilaian kinerja berdasarkan indikator kepmendagri nomor 47 tahin 1999, nilai kinerja yang diperoleh dari 55,03 pada tahun sebelumnya menjadi 60,56.

Kenaikan nilai kinerja tersebut, berkat upaya perbaikan disegala sektor, seperti peningkatan rasio laba dan dari segi NRW (tingkat kehilangan air) yang sebelumnya sebesar 25,13% bisa ditekan menjadi 22 87%

Advertisement

Dirut PDAM Takalar Jamaluddin Nombong yang dikonfirmasi diruang kerjanya membenarkan hal tersebut.

“Alhamdulillah iya memang benar, kami sudah menerima laporan hasil audit BPKP dengan hasil yang sangat memuaskan, karena kami saat mendapat predikat baik dan sehat”. Ujarnya. Senin (5/10/2020).

Baca Juga  Kebersamaan Babinsa, DLH, Damkar dan Warga Penyemprotan Disinfektan

Lanjut dikatakan, “Semua ini berkat kerja keras dari semua teman teman dan tukang ledeng yang ada di Takalar, ini bisa terwujud berkat kerjasama yang baik antara semua lini di PDAM Takalar”.

“Perlu kami sampaikan bahwa hasil audit BPKP tahun 2019 yang kami terima beberapa hari yang lalu, itu jauh lebih baik dari hasil audit tahun sebelumnya, kami bahkan naik grade dari sebelumnya predikat cukup, kini menjadi predikat Baik, dan insyaallah, kedepannya kami akan berusaha agar bisa mendapat predikat Baik Sekali, sebagai predikat tertinggi dari sistem penilaian kemendagri terkait penilaian kinerja berdasarkan indikator kepmenagri nomor 47 tahun 1999”. Tutup Jamaluddin.

“Kami perlu sampaikan juga, adanya penurunan nilai kinerja tahun buku 2018 kemarin, karena adanya perubahan indikator penilaian khusus masalah kualitas air, yakni peemenkes no 32 tahun 2017, dimana saat belum adanya penerapan aturan ini, PDAM Takalar masih tergolong sehat, tetapi setelah penerapan permenkes tersebut, berdampak pada beberapa penambahan item yang wajib diperiksa, sehingga nilai kinerja kami dan semua PDAM di Indonesia mengalami penurunan dari sehat menjadi kurang sehat”. Tutup Dirut PDAM ini.

Baca Juga  Doni Monardo Tinjau Korban Letusan Gunung Ill Lewotolok
Advertisement
BAGIKAN