SULSELBERITA.COM. pekanbaru – Aspirasi warga Umban Sari Selala 7 Sept 2020.Berdasarkan informasi yang diterima dari warga setempat di Perumahan Griya Padat Karya 3, RT.03 / RW.05 Umban Sari – Rumbay, menurut hasil wawancara dengan masyarakat pada hari Selasa 07 September 2020 . “sistem pengelolaan sampah.semenjak di take over dari pihak swasta ke pemerintah menjadi kacau Balau, ucap salah satu warga perumahan tersebut.
Hal ini ditandai dengan berserakan,nya sampah di sekitar perumahan., atau rumah tangga milik masyarakat di seputaran Umban Sari ” Akses masuk ke Komplek perumahan kami jadi bau tidak sedap,tegas salah satu warga inisial Zulkardi., warga perumahan tersebut .
Menurut warga sekitar tong sampah yang diletakkan pihak DLHK terlalu kecil, dipakai untuk 3 perumahan “.Selanjutnya informasi lain, yang diterima dari sumber yang berbeda mengatakan bahwa retribusi sampah di seputaran pemukiman tersebut ., sudah dikutip, pada di setiap bulan sebelum nya dan belum berjalan 1 bulan, ” Bukti pembayaran yang diterima juga berbeda, tidak seperti karcis, melainkan kertas besar berwarna kuning “, ujar salah seorang warga inisial Zulkardi.
Ketika awak media melakukan konfirmasi mengenai prihal keluhan warga sekitar umban sari tersebut , langsung mencoba untuk melakukan konfirmasi mengenai sampah berserak tersebut., kepada kepala DLHK Agus Pramono namun tidak kunjung di jawab ketika di hubungi via Phone nya .+62 821-6985-5XXX
dan di kirim pesan singkat WhatsApp beliau juga tidak di balas padahal pesan tersebut sudah di baca oleh kadis dinas kebersihan Agus Pramono.
Pengutipan juga dilakukan oleh warga yang ditunjuk bukan petugas DLHK yang mengutip, iuran yang dikutip juga tidak sesuai degan Perwako no. 48 / 2016, yang mana dalam aturan tersebut., berbunyi iuran retribusi sampah untuk rumah tangga adalah 7 ribu rupiah, fakta di lapangan warga membayar 8000/ribu rupiah dengan alasan seribu rupiah untuk honor tukang kutip.
” Kalau memang tidak sanggup, pemerintah kota Pekanbaru silahkan kembalikan pengelolaan kepada swasta, lingkungan kami jadi lebih bersih, lapangan kerja bertambah, lagi ini.” masih zaman covid-19 ni orang masih pada susah cari makan, jangan semua mau dikuasai tapi kerja tidak beres “, ujar salah seorang warga tersebut ketika di pertanyakan jurnalis tegas Finno.S.H.
Penulis : Ansori





