GPMI Desak Kejati Segera Periksa Kadis Kesehatan Kota Makassar

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Makassar, — Gerakan pemuda mahasiswa indonesia (GPMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan kejaksaan tinggi Sulawesi Selatan dalam rangka mengawal kasus indikasi korupsi pembangunan rumah sakit batua tahap 1 pada tahun anggaran 2018 yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar

Puluhan massa aksi mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) SulSel untuk segera memeriksa Kepala Dinas Kesehatan kota makassar karena dianggap Melakukan penyelewengan anggaran pembangunan Rumah Sakit Batua Tahap 1

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Desakan itu diaspirasikan di Depan kantor Kejati SulSel, Jalan Urip sumaharjo Jumat (28/08/2020)
” Kami mendesak Kejati Sulsel segera memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, kami duga ada penyelewengan anggaran pada Pembangun Rumah Sakit Batua Tahap 1″ ungkap Agung Marwansyah tegas, selaku Jendral Lapangan

Dalam orasinya, dia menduga, proses pelaksanaan pembayaran dan belanja modal pengadaan kosntruksi gedung rumah sakit batua tahap 1 Dinas kesehatan Kota makassar tidak berjalan sesuai dengan ketentuan

“Kami telah melakukan investigasi terdapat kelebihan pembayaran atas volume yang terpasang, serta terdapat kelebihan pembayaran atas selisih harga satuan yang melebihi kebutuhan” Jelas Agung menuntut aparat mengusut tuntas kasus tersebut

Diketahui proyek pembangunan rumah sakit batua tahap 1 yang dikerjakan oleh PT Sultana Anugrah dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No.954/DINKES/440/VII/2018 sampai saat ini masih terbengkai dan tidak terurus

Menurut Jendral Lapangan, aksi mereka akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dipenuhi.(*)

Pos terkait