Bahaya…!!! Terkait Kredit Fiktif 2 Miliar, BRI Cabang Takalar Tak Mampu Hadirkan Bukti Permohonan Kredit H.Mustafa Nasir di Hadapan Penyidik Kepolisian

767

SULSELBERITA.COM. Takalar -  Sebagaimana diberitakan media ini dan beberapa media online sebelumnya, yang menyebutkan dugaan terjadinya "Mafia" kredit  di Bank BRI Cabang Takalar, yang mana korbannya aalah salah seorang pengusaha toko bahan bangunan di Takalar bernama H.Nasir, yang telah dirugikan kurang lebih Rp.2 Miliar.

Sebagaimana diketahui pula, dalam.kasus dugaan kredit Fiktif tersebut, Pihak BRI Cabang Takalar menuduh H. Mustafa Nasir telah berutang kurang lebih 2 Milyar Rupiah.namun dibantah oleh yang bersangkutan, sehingga kasus inipun dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian beberapa bulan yang lalu.

Dalam perjalanan penyidikan kasus tersebut, pihak penyidik polres Takalar telah melakukan beberapa kali pemanggilan dan pemeriksaan, termasuk mengambil keterangan dari pihak pelapor (H.Mustafa Nasir), dan yang terakhir pihak penyidik telah melakukan pemanggilan sebanyak 2 kali terhadap pihak terlapor (BRI Cabang Takalar).

Advertisement

Pihak Bank BRI Cabang Takalar, yang telah dipanggil dan diperiksa, ternyata tidak mampu menunjukkan dan menghadirkan bukti-bukti kuat terkait permohonan kredit yang diguduhkan kepaa H.Mustafa Nasir didepan Penyidik, Sabtu (25/4/2020).

Informasi yang berhasil dihimpun awak media, terungkap fakta  bahwa selama dua kali pemanggilan terhaap Pihak BRI Cabang Takalar kehadapan penyidik Kepolisian Resort Takalar, namun bukti yang di minta dan diharapkan tidak bisa di tunjukkan.

Baca Juga  Nekat, Basri Perkosa Istri Tetangganya di Sumur Belakang Rumah Korban

Perlu diketahui, Pemanggilan pertama terhadap pihak BRI Cabang Takalar di wakili oleh beberapa kuasa hukum.pada hari Senin: (20/4/2020), namun kuasa hukum yang mewakili BRI Cabang Takalar tersebut, bahkan tidak bisa menjelaskan kronologis masalah sehingga H. Mustafa Nasir betul mempunyai utang. Karena bukti-bukti administrasi terkait aliran dana dan juga pencairannya tidak bisa di perlihatkan oleh penasehat hukum yang mewakili.

Pemanggilan ke dua kepada pihak BRI Cabang Takalar pada hari Rabu, (22/4/2020) yang kali ini di wakili oleh seorang yang benama Havid. Namun hal yang sama pun terjadi, perwakilan pihak Bank BRI Cabang Takalar tersebut, yang memenuhi panggilan penyidik  Aipda Muh. Nawir. Juga tidak mampu membawa bukti yang bisa menjelaskan bahwa H. Mustafa Nasir pernah bermohon, ada persetujuan permohonan, bukti akad kredit, dan juga pencairan dana yang di tuduhkan. yang bersangkutan hanya membawa rekening koran dan akte notaris.

Baca Juga  Korkom HMI Tamalate: Keranda Mayat Sebagai "Kado" Terindah Untuk PJ Walikota Makassar

Sementara itu, H. Mustafa Nasir yang jadi korban dugaan kredit Fiktif tersebut, kepada awak media mengatakan " Saya Yang tiba tiba terbebani utang dalam rekening koran nomor rekening: 1363 ….25 = 2 dengan nominal awal sebanyak Rp. 400 juta, yang hingga kini terhitung sudah mencapai lebih dari  Rp. 2 Miliar. Padahal saya tidak pernah mencairkan uang sebanyak itu, dan tidak pernah melakukan permohonan ataupun perjanjian kredit, lebih lebih lagi mencairkan uang sebanyak yang dituduhkan oleh Pihak BRI Cabang Takalar, Sahingga saya menganggap Itu adalah Rakayasa saja".Ungkapnya. Jumat, (24/04/2020)

Lanjut diungkapkan korban, "Yang  saya sangat herankan karena adanya perubahan nomor rekening atas nama saya (H. Mustafa Nasir ) sebanyak Lima kali sedangkan saya hanya memiliki satu nomor rekening yang saya gunakan di BRI Cabang Takalar, dan tidak penah memohon untuk menambah nomor rekening baru atas  nama saya" jelas H. Mustafa nasir.

"Saya sangat yakin bahwa pihak BRI Cabang Takalar  akan sulit membuktikannya. Karena disutulah rekayasa berputar. Bahkan saya sudah Lima kali mau membayar kalau bisa diperlihatkan semua proses data untuk pencairan saya, sesuai yang di tuduhkan. Namun tidak bisa dibuktikannya.” ungkap H. Mustafa Nasir lagi.

Baca Juga  Benarkah Ada Skenario Kekuasaan Dibalik Kepergian Dua Panwascam Polut Umrah???

Dilain pihak, Lembaga Pemberantasan Korupsi dan Penegakan Keadilan (L-PK2)  Wil Sulsel Suhardi, S. Sos, yang diminta tanggapannya terkait kasus tersebut  mengatakan “Terkait  Kasus Dugaan kredit  Fiktif BRI Cabang Takalar yang sudah Lama bergulir di Polres  Takalar, Untuk mengungkap Para Pelaku Kejahatan, Sebagai institusi yang memiliki kewenangan dibidang penegakan hukum, seharusnya sudah ada Titik terang, Peningkatan status dari penyelidikan menjadi Penyidikan, karna bukti bukti awal sudah ada ditangan Pihak Penyidik, apalai informasi beredar bahwa pihak BRI Cabang Takalar sudah dua kali di Panggil oleh penyidik. Sehingga untuk mengusut tuntas kasus ini hanya dibutuhkan Keberanian mengungkap kebenaran dan Keberanian mengimplementasikan Kejujuran,dan keadilan".. Ujar Suhardi. Sabtu, (25/4/2020).

Sementara pihak Bank BRI Cabang Takalar yang sebelumnya beberapa kali dicoba dikonfirmasi, untuk perimbangan informasi, namun tidak pernah direspon.

Advertisement
BAGIKAN