Pendamping Bidan Desa Bonto Tallasa’ Kec.ulu Ere Kab. Bantaeng Minta Keadilan Pada Kepala Desanya

0
4587

SULSELBERITA.COM  Bantaeng - Karena merasa sikap kepala desa bonto tallasa' tidak berlaku adil dalam pengangkatan bidan dusun, salah satu masyarakat yang berprofesi sebagai bidan dusun yang telah mengabdi selama 5 tahun lebih dan memadai syarat untuk pengangkatan bidan dusun, dan juga sudah mendapatkan rekomendasi dari puskesmas setempat, tapi ditolak mentah mentah oleh kepala desa bonto tallasa', dengah alasan yang tidak rasional dikarenakan suaminya akan menjadi salah satu bakal calon kepala desa bonto tallasa'.

Jusmawati A.md Keb, masyarakat desa Bonto tallasa' sekaligus yang juga korban ketidakadilan kepala desa bonto tallasa' mengatakan bahwa tidak adanya keadilan pada dirinya dikarenakan secara persyaratan administrasi dirinyalah yang paling memadai untuk diangkat jadi bidan dusun diantara bidan dusun yang ada di desa bonto tallasa' yang di angkat oleh kepala desa, sehingga saya mempertanyakan keadilan kepada kepala desa bonto tallasa'.

Baca Juga  Terkait di Polisikannya Salah seorang Oknum Kadernya, Ketua PB Hipermata Angkat Bicara

Idris suami dari jusmawati, mengatakan kepada awak media, "saya meminta kejelasan terkait penolakan penanantanganan oleh bapak kepala Desa bonto tallasa' melalui forum pemuda". Ujarnya. Kamis, (16/4/2020).

"Ada apa dengan jusmawati A.md,.? kenapa bapak menolak menandatangani surat keputusan (SK) pengakatan bidan dusun yang sudah di rekomendasikan dari puskesmas setempat padahal semua syarat-syarat administrasi sudah terpenuhi,.?". Ujar Idris lagi heran.

Berikut syarat-syarat pengangkatan bidan dusun;
1. Prioritaskan warga dusun tersebut menjadi bidan dusun.
2. mempunyai surat keterangan registrasi (STR)
3. Punya surat isin kerja bidan (SIKB).
Dan setelah kepala desa bonto tallasa' di konfirmasi, di forum pemuda desa bonto tallasa' menyatakan bahwasanya dia menyangkut pautkan masalah pribadi (politik) sehingga dia menolak menandatangani surat keputusan (SK) pengangkatan.

Baca Juga  Kasian...Gegara RS Wahidin Salah Vonis Anaknya Covid 19, Ayah Almarhum Al Ghifari Harus Kehilangan Pekerjaan

Salah seorang pemuda desa Bonto tallasa' Zaenal Basri S.Sos mengatakan, "Kami sangat menyayangkan seorang kepala desa menyangkut pautkan masalah politik dan profesi seseorang yang dimana sudah kewajiban kepala desa memprioritaskan warga desanya" tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here