Opini: Peta Konflik dan Keseimbangan Dunia Baru

275

SULSELBERITA.COM. - “Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, Ar Rum: 1-4).

Ayat ini diturunkan sekitar 620 M. Kala itu yang memberikan informasi ke umat Islam tentang kondisi peta geopolitik dunia pada saat itu. Ayat ini merujuk pada dua imperium super power yaitu kekaisaran Romawi dan kekaisaran Persia. Kekaisaran Romawi pada saat itu mampu meneguhkan kakinya diatas tanah dunia dan menancapkan panji-panji perangnya selama 500 tahun lamanya sebagai negara super power.

Walaupun pada akhirnya kekuasaan itu hancur luluh lantah yang pertama kali dirongrong oleh suku Barbar sebagai penantang pertama terhadap penguasa dunia saat itu. Menjadi penguasa selama 5 abad lamanya bukan waktu yang sebentar dan merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi imperium Romawi saat itu.

Advertisement

Kekaisaran Romawi tentunya memberikan pijakan pada negara-negara di dunia saat ini untuk saling berlomba-lomba menjadi penguasa dunia di abad-21sekarang ini.

Siapa penguasa dunia saat ini? Sejak Jepang menyerah pada sekutu pada September 1945 berakhirlah perang dunia ke-2 dan Sekutu mengumumkan pada dunia bahwa merekalah yang menjadi pemenang PD-II. Front sekutu itu dipimpin oleh Amerika Serikat beserta konco-konconya Inggris, Perancis, dll. Terhitung 1945-2012 Amerika merasa aman-aman saja menjadi negara super power.

Tapi sejak 7 tahun terakhir dimulai 2013 ada penantang baru bagi penguasa dunia ini, yang menantang hagemoni pemenang dunia ke-2 tersebut adalah China. Siapa yang tidak marah, baru berkuasa 68 tahun kemudian ada negara yang mau merebut bahkan menggulingkan kekuasaan yang selama ini ada digenggaman tangan para negara sekutu. Imperium Romawi saja yang berkuasa selama 500 tahun marah besar ketika mendapat penantang dari suku Barbar, apalagi Amerika Serikat yang baru berkuasa selama 68 tahun?tentunya marahlah dan berusaha mempertahankan kekuasaan itu.

Baca Juga  Pasca Terbakar, Sepasang Lansia di Desa Pangnyangkalang Sudah Tiga Bulan Lebih Tak Memiliki Rumah

Jika Anda organisatoris maka tidak asing lagi dengan istilah peta konflik,memetakan konflik atau bahasa kerennya “Conflict mapping”. Conflict mapping adalah satu strategi untuk menguji dan memahami realitas konflik dari perspektif yang beragam kemudian menjadi pijakan dalam pengembangan stretegi dan perencanaan aksi. Itulah yang terjadi saat ini, dunia saat ini sedang di buatkan conflict mapping sedemikian rupa untuk mereset, merestart kembali tatanan dunia yang ada, mengobrak abrik kedamaian yang ada, mempush ekonomi dunia yang awalnya sudah berpacu dengan kecepatan gigi 5 di sirkuit balapan, apa boleh buat gigi 5 itu terpaksa di slow ke gigi 1 dipersimpangan jalan untuk menyelamatkan negara masing-masing.

Mengacak acak dunia dengan berbagai kebijakan adalah peta konflik pertama yang dimulai Amerika dan China belakangan tahun terakhir ini dengan tagline perang dagang “Economic Wars” yang membuat dunia harus menciptakan hagemoni ekonomi masing-masing kemana akan berkiblat. Apakah ke negeri paman Sam dengan political tighteningnya atau kenegeri tirai bambu dengan economic tighteningnya. Indonesia pilih mana? Semua orang sudah tau saat ini pemangku kekuasaan Nusantara lebih tertarik dengan hagemoni obor dari china, wajarlah Amerika serikat sudah tidak peduli lagi dengan Indonesia. Lirik saja tidak!!! apalagi bermesra-mesraan. Tapi yang mengejutkan dan membuat mata saya terpana adalah baru-baru ini diumumkan oleh menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah baru saja menerbitkan obligasi global atau surat utang global dengan nilai 68,8 Triliun denominasi dolar AS. Apakah Indonesia mulai genit dengan sinyal ini?Kita lihat endingya bersama yah!!! Happy atau Sad ending. Apakah cinta Indonesia akan berlabuh kembali kepelukan paman sam atau tetap dipelukan negeri tirai bambu.

Baca Juga  Bupati Enrekang: Sholat Idhul Fitri Dilaksanakan Di Rumah Masing-Masing

Peta konflik kedua adalah menghadirkan Covid-19 untuk meneror dunia, mengobrak abrik kembali dunia dengan teror virus, memborbardir dunia dengan mutasi virus jenis baru. Dimulai dari Wuhan China akhirnya merebak ke seluruh dunia.

Sejak diumumkannya Covid-19 di Wuhan beberapa bulan lalu sampai hari ini per 10 April 2020 sudah terkonfirmasi 1.698.416 kasus diseluruh dunia, dan yang menarik dikasus ini adalah Amerika serikat menjadi pemenang dalam jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi. Namanya negara super power maka memang AS tidak mau dikalah dalam hal apapun, termasuk dalam hal virus Covid-19 ini. Para pengamat politik dunia saat ini sedang mengerucutkan ke dua negara yang katanya sebagai pencipta Covid-19 yaitu Amerika Serikat dan China.

Kedua negara ini sebagai pesaing terhebat diatas panggung dunia saling tuduh menuduh dan memberikan klarifikasi untuk merebut simpati di mata khalayak dunia bahwa bukan mereka yang membuat kekacauan ini, dan salah satu diantara kedua negara ini akan menjadi pemenangnya. Siapa pemenangnya?Kita tunggu dan menyaksikan bersama akhir dari skenario ini. Apakah perang dagang dan serangan Covid-19 adalah akhir dari perang saat ini?belum!!!Ini baru langkah awal. Itu yang perlu ditau masyarakat dunia saat ini.
Itulah konflik yang terjadi di dunia saat ini yang memaksa dengan kejamnya untuk merestart kembali tatanan dunia yang ada demi kepentingan dan ambisi menguasai dunia.

Tagline Perang dagang dan Covid-19 hanya satu dari banyak cara untuk membuat peta konflik untuk membuat keseimbangan baru di dunia. Apakah saat ini dunia sedang berperang? maka opini saya mengatakan yahhhh!!! Dunia sedang berperang dengan style baru. Dunia saat ini tidak lagi melakukan caplok mencaplok wilayah seperti pada tahun 1900 untuk menguasai dunia menggunakan infansi kolonialisme, saat ini negara di dunia dengan hagemoninya sedang berperang dengan menggunakan cara yang sangat canggih dengan biaya perang yang murah. Apa itu?pertama dengan perang kebijakan global dan serangan kedua dengan biological weapon. Perang kebijakan global dengan senjata perang dagang “Economic Wars” dan Biological Weapon dengan senjata

Baca Juga  Peran Aktif Babinsa Ketelan Dalam kegiatan Kebiasaan Baru penangan Covid -19 di Masjid Al- wustho

“Covid-19” cara inilah yang dipakai para elit dunia untuk membuat peta konflik diatas muka bumi ini untuk membuat keseimbangan baru dengan satu tujuan yaitu: HANCURKAN TATANAN DUNIA LAMA DENGAN MENCIPTAKAN TATANAN DUNIA BARU DAN MENJADI PENGUASA DUNIA!!! WIN THE WAR!!!

Posisi NKRI saat ini dimana?sebagai warga negara yang baik mari menjadi pengamat bagi bangsa sendiri, dan menjadi ktitikus terbaik dengan memberikan sumbangsi solutif dan energik baik itu pikiran, tenaga, dan dukungan materil untuk bangsa ini. Oponi yang saya tuangkan ini bukan untuk menakut-nakuti bahwa kita sedang sedang perang dunia ke-3, tapi untuk saling mengedukasi sesama warga negara yang baik yang menjunjung tinggi cita-cita bersama demi terwujudnya persatuan Indonesia yang disebutkan pada sila ke-3 Pancasila, bahwa dunia saat ini sedang dihadapkan pada gelombang resesi tatanan dunia baru. Jadi mari rapatkan barisan untuk menjadi generasi pemenang, menjadi bangsa pemenang yang mampu melewati rollercoaster game ini bukan menjadi manusia pecundang untuk NKRI. Lebih baik menjadi bajingan dinegara lain dan itu lebih terhormat, ketimbang menjadi musuh dalam selimut, menjadi benalu yang menggorogoti bangsa sendiri, itu pengkhianat bangsa!!!

Author: BaharDporeDin (Founder SC Empati)

Advertisement
BAGIKAN