OPINI : Pekah atau tidak pemerintah dituntut pekah

442

SULSELBERITA.COM -Dalam penanggulanan dan pelayanan terhadap masyarakat, karena sejatinya pemerintah adalah pelayan yang baik.

Ditengah kehidupan mayarakat lagi trend virus ganas dan berpotensi mematikan manusia yang biasa disebut sebagai virus corona. (Covid 19.)

Advertisement

Selain dari virus ini mematikan manusia dengan cara yang ganas juga dapat mematikan dan melumpuhkan perekonomian di dunia khususnya Negara Republik Indonesia, dengan memperhatikan berbagai himbauan kepada masyarakat untuk rebahan aja dulu dirumah.

Adanya himbauan untuk mengharuskan masyarakat rebahan aja di rumah, baginya itu bukan solusi melainkan ancaman.

Masyarakat menilai bahwa himbauan yang diperuntukkan kepadanya belum dapat dikatakan solusi atau dapat menjadikan masyarakat tenang akan tetapi justru masyarakat cemas karena himbauan itu ada tanpa mengikut sertakan solusi yang apa bila masyarakat tinggal di rumah saja.

Sadar atau tidak selain menjaga diri dari ancaman covid 19. Masyarakat juga perlu kebutuhan hidup yang lainya untuk bertahan di rumah, dimana rumah adalah tempat mereka mengkarantina dirinya.
Hal seperti ini pemerintah dituntut untuk pekah terhadap kebutuhan masyarakat dari berbagai macam prespektif.

Harapan dari masyarakat khususnya masyarakat yang kelas Ekonomi menengah ke bawa, jika pemerintah menghimbau kepada masyarakat terkait dengan dianjurka-nya tetap tinggal di rumah. Kiranya pemerintah tidak hanya sebatas menghimbau saja akan tetapi diharuskan menghadirkan solusi agar masyarakat tidak mempunyai alasan untuk tinggalkan rumah masing-masing.

Maka dari itu pemerintah diharapkan menyediakan kebutuhan pokok seperti beras dan kebutuhan dapur lainya.

Untuk sampai saat ini masyarakat banyak dianggap tidak mengindahkan himbauan pemerintah dan sepenuhnya seolah-olah kelalaian masyarakat. Maka hal ini perlu kita kaji kembali sebab akibatnya sehingga mereka dianggap lalai dan tidak mengindahkan himbauan pemerintah.

Wajar jika masyarakat masih berkeluyuran walaupun mereka sudah mendapatkan himbauan. Karena ada kebutuhan yang urgen untuk bertahan hidup (kepentingan perut) tetapi belum maximal diantisipasi oleh pemerintah.

Penulis : Asniar Rauf

Mahasiswa jurusan Kebidanan UIN Alauddin Makassar)

*Tulisan tanggung jawab penuh penulis*