Innalillah…Mandi Mandi Hujan, Bocah 3 Tahun di Pangkep Tewas Tenggelam

1760

SULSELBERITA.COM. Pangkep -  Seorang bocah bernama Muh.Taqwa (3 thn) di Kampunvg Cambang kel Bone, Kec Segeri Kab Pangkep, tewas secara mengenaskan. Kamis, (27/2/2020), sekitar pukul 10.30 Wita.

Korban diketahui sebelum meninggal, saat itu sedang turun hujan, sehingga korban pun  mandi - mandi hujan di empang yang berada tepat di depan rumahnya,  yang berjarak sekitar kurang lebih 7 Meter.

Dari informasi yang diperoleh, ibu korban yang bernama Sahara saat itu tengah mencuci motor di bawah kolong rumahnya,  dan tidak sempat memperhatikan keberadaan anaknya.

Namun kuat dugaan,  saat korban sedang berhujan hujanan, korban lalu lompat ke dalam empang depan rumahnya sebagaimana kebiasaannya saat empang sedang  dalam keadaan dangkal, namun saat kejadian, empang tersebut sedang terisi air penuh, sehingga kedalamam air diperkirakan sekitar 1,5 Meter.

Baca Juga  Krisis Kepercayaan pada Kadesnya Terus Bergulir, Warga Desa Amboniki Siap Laporkan Kades ke APH

Ibu korban sesaat setelah selesai mencuci motor, lalu mencari anaknya, namun tidak juga ditemukan di dalam rumah, sehingga ia  pun bertanya ke tetangga rumahnya yang bernama Halwiyah, yang sedikit mengalami keterbelakangan mental, apakah dia melihat anaknya.

Dan dari informasi tetangganya tersebutlah, mengatakan kslau dirinya  melihat ada anak-anak yang lompat ke dakam empang, namun tetangganya rersebut mengira kalau yang lompat itu adalah kakak korban yang bernama Nardi (6 thn) yang memang diketahui sudah mahir berenang.

Mendengar informasi tersebut, ibu korban sontak langsung panik dan berteriak teriak di pinggir empang memanggil nama anaknya.

Mendengar teriakan ibu korban, sekitar 10 orang warga kemudian masuk ke dalam empang dan mencari korban.

Salah seorang  saksi yang bernama Nasrullah, mengungkapkan bahwa saat korban ditemukan dalam empang, posisinya dalam keadaan tengkiurap di dasar empang.

Baca Juga  Ketua DPRD Sergai Tegaskan Siap Pasang Badan Demi Perjuangkan Hak Masyarakat Adat Kotarih

Selanjutnya saksi Nasrullah mengangkat tubuh korban dan berusaha memberikan pertolongan pertama, namun diduga korban sudah dalam keadaan meninggal saat itu.

Oleh keluarganya, orban pun  dibawa ke Puskesmas Segeri untuk mendapat perawatan, namun pihak Puskesmas Segeri mengatakan kalau korban sudah meninggal dunia.

Mendapat informasi tentang kejadian it,Kanit Reskrim Polsek Sigeri Aiptu Abd.Kadir didampingi KA SPK Aiptu Barkah dan Piket Reskrim Bripka Usman,SH mengecek Korban di Puskesmas Segeri dan Melaporkan kejadian tersebut ke Kapolsek Segeri.

Usai melaporkan kejadian tersebut ke Pimpinan, personil Polsek Segeri lalu mendatangi TKP guna kepentingan penyelidikan.

BAGIKAN