Ditinggal Kosong ke Sawah, Rumah Mantan Kadus Bonto Kassi Hangus di Amuk Sijago Merah

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Jeneponto – Rumah  Dg Beta yang merupakan mantan Keoala Dusun (Kadus) Dusun Bonto Kassi Desa Barana Kec Bangkala Barat Kab Jeneponto,  ludes terbakar diamuk si jago merah siang tadi sekitar pukul 12.30 Wita.. Sabtu, (11/1/2020).

“Saat kejadian, Dg Beta dan keluarganya sedang bekerja di sawah, jadi rumah tersebut dalam keadaan kosong penghuninya saat terbakar”. Ujar Syamsuddin Daeng ngawing.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Melihat rumah Dg Beta Terbakar, “wargapun mencoba membantu memadamkan api yang semakin membesar dengan alat seadanya, mobil pemadam kebakaran yang coba dihubungi, barulah datang setelah rumah tersebut sudah rata dengan tanah, mobil pemadam yang datang pun, itu mobil Damkar Takalar, bukan Damkar Jeneponto” Cetus salah seorang warga lainnya.

Sementar Dg Beta pemilik rumah yang di konfirmasi terkait jumlah kerugian atas musibah yang menimpanya tersebut mengungkapkan, ” Gabah yang ikut terbakar sebanyak  30 karung, dua hari yang lalu kami baru beli sofa harganya 5 juta, terus ada juga uang tunai yang saya simpan dari  hasil penjualan gabah sebanyak 10 juta”. Ungkapnya sedih.

Terkait lambatnya Mobil Damkar yang datang ke TKP,  membuat komabdan  Forum Massa Cinta Damai angkat bicara.

” Persoalan utama adalah jarak Damkar Jeneponto sangat jauh, seharusnya pemerintah Kabupaten mulai memprogramkan  1 unit mobil Damkar untuk setiap Kecamatan, agar kejadian serupa tidak terulang lagi”. Ujar Syamsuddin.

Pos terkait