Ketua PSI Pangkep Diserang OTK Gara-Gara Postingan Selamat Natal

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Pangkep – Saat malam pergantian tahun, beberapa orang tak dikenal (OTK) mendatangi Nasaruddin Gante, Ketua Partai Solidaritas Indonesia Kabupaten Pangkep, di salah satu warung kopi, Jalan Andi Mauraga, Pangkajene, Selasa (31/12/2019).

Sekitar pukul 21.30 saat Nasaruddin bersama teman-temannya sedang diskusi, tiba-tiba seorang tak dikenal masuk ke warung kopi, pelaku kemudian marah-marah juga menunjuk ke arah Ketua PSI sambil mengeluarkan kata-kata kotor.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Saat dikonfirmasi, Nasaruddin membenarkan kejadian tersebut dan menganggap persoalan itu sudah selesai.

“Iya benar, kejadiannya semalam, pelaku sempat ingin melakukan kontak fisik, tapi saya tidak respon, akhirnya tenang sendiri, jadi saya anggap itu sudah selesai”, ungkapnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin menduga penyerangan malam tadi dipicu oleh postingan yang sempat diunggah oleh ketua PSI, terkait ucapan selamat natal dan tahun baru atas nama gerakan anti politik dinasti.

“Sepertinya pelaku tidak senang dengan postingan saya di beberapa akun media sosial, sebab saat penyerangan, dia sempat singgung soal postingan selamat natal dan tahun baru yang saya unggah beberapa hari lalu sebelum kejadian malam tadi”, tegasnya.

Saya anggap persoalan ini sudah selesai, semoga pelakunya bukan bagian dari tim salah satu kandidat atau suruhan calon bupati tertentu, apalagi belakangan ini kami sedang membangun gerakan anti politik dinasti di Kabupaten Pangkep.

Tindakan premanisme seperti itu menandakan bahwa mereka tidak bisa lagi berargumen secara logis, sehingga menggunakan cara yang tidak intelek, tutupnya.

Pos terkait