Gelar Dialog Terbuka, Group Whatshapp Distak Kupas Program P22 SK HD

SULSELBERITA.COM. Takalar – Memperingati 22 bulan masa  pemerintahan pasangan Bupati dan wakil bupati Takalar SK HD, group whatshapp Diskusi Takalar (Distak), menggelar dialog terbuka yang bertempat di alun alun kota Makkatang Dg Sibali Takalar, Selasa (22/10/2019).

Kegiatan yang jauh jauh hari sudah dirancang ini, sayangnya tidak sesuai harapan panitia pelaksana, karena banyak undangan yang diharapkan hadir sebagai pembicara, justru tidak hadir, bahkan panitia akhirnya merubah metode dialog dari yang direncanakan semula.

Bacaan Lainnya
Selamat Hari Anti Korupsi Sedunia

Acara yang dihadiri kurang lebih 100 orang peserta tersebut, nampak terlihat Perwakilan dari Partai Nasdem, Yusuf Karma, yang juga ikut menjadi salah satu pembicara, selain itu dari 30 anggota DPRD Takalar yang diundang, hanya 3 orang yang hadir, yakni Husnia Rahman (Partai Demokrat), H.Jabir Bonto (Partai Golkar) dan Andi Noerzelan (Partai PDI P).

Acara yang dipandu Admin Group Distak Hasbi Eky tersebut, menampilkan beberapa panelis, antara lain Ridwan S Buana (Kabag Ortala Pemkab Takalar), mantan Anggota DPRD Takalar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulaiman Rate Dg Laja, (PPP) Makmur Mustakim, (Demokrat) Hasbullah Bali.

Di antara seratusan peserta yang hadir, juga tampak mantan Ketua KPU Takalar Ziaurrahman Mustari, salah satu admin Grup WhatsApp (WA) Distak (Diskusi Takalar) Imran Rajab Mursalim Dg Tola, Sekretaris PDIP Takalar Alamsyah Mile, dan beberapa ASN lengkap dengan pakaian  Dinasnya.

Dalam dialog terbuka tersebut, satu persatu program P22 SK HD di bedah, termasuk pengadaan sapi yang merupakan program unggulan.

“Disini kita baru tahu, berdasarkan penjelasan dari mantan anggota dewan yang membahas penganggaran sapi ini, bahwa selama 5 tahun Pemerintahan SK HD,  kemampuan APBD Takalar hanya bisa menganggarkan  6.600 ekor (Enam Ribu Enam Ratus Ekor)”. Ungkap  Eky moderator dialog di depan peserta.

Yang unik terjadi, karena sempat terjadi ketegangan,  saat Sirfan Mone  salah seorang ASN yang di nonjob berbicara mengenai apa yang menimpanya, justru di salahkan oleh salah seorang panelis Hasbullah Bali.

“Karena selama ini tidak ada upaya dari teman teman ASN untuk mempersoalkan hal ini ke kami di dewan”. Ujar Hasbullah bali memotong pembicaraan Sirfsn.

Sontak saja Sirfan Mone pun tidak mau tinggal diam, “kenapa mesti menunggu aduan  dari kami?? Seharusnya fungsi pengawasan dari legislator di laksanakan dong, bukan cuma menunggu aduan saja”. Ujar Sirfan sengit.

Meskipun dialog berlangsung sedikit panas, namun acara bisa berlangsung dengan aman dan tertib sampai selesai menjelang magrib.

Pos terkait